Pembunuhan Sadis di Sarolangun
Jangan Sampai Emosi Meledak, Fadzlul: Curhat Itu Perlu
Terkait berita pembunuhan suami terhadap istri gara-gara sambal beberapa waktu lalu, ketua Himpunan Psikolog Indonesia Jambi turut berkomentar.
Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Terkait berita pembunuhan suami terhadap istri gara-gara sambal beberapa waktu lalu, ketua Himpunan Psikolog Indonesia Jambi turut berkomentar. Ia mengatakan menumpuknya masalah bisa jadi pengacu meledaknya emosi Hendi, si tersangka.
Adanya kemungkinan adanya kepribadian introvert atau tertutup itu bisa jadi pemicu adanya gangguan jiwa karena memendam emosi terlalu banyak.
Maka Fadzlul menyarankan kalau manusia tidak bisa menjadi sebegitu tertutup dan memendam saja. Perlu sifat yang terbuka, dalam artian bukan terlalu terbuka namun ada ruang yang diberikan untuk mencurahkan masalah-masalah yang sedang dihadapi.
"Jika anda punya kotak emosi kapasitas 1.000, lalu punya masalah diputusin pacar berkontribusi 200 kemudian dipecat dari pekerjaan berkontribusi 600," katanya mengandaikan.
Maka kotak emosi akan penuh sampai 800 poin masalah. Namun jika anda cerita atau bahasa kekiniannya curhat (curahan hati) pada seseorang maka akan berbeda.
"800 poin itu bisa banyak berkurang dan lebih ringan," ungkap Kaprodi Psikologi Unja ini. (*)