Pembunuhan Sadis di Sarolangun

Warga Ketakutan, Terpaksa Tunggu Polisi Datang

Aksi yang dilakukan Hendi terhadap istrinya langsung mendapat respon dari masyarakat. Warga yang mengetahui kejadian

Editor: Fifi Suryani
zoom-inlihat foto Warga Ketakutan, Terpaksa Tunggu Polisi Datang
TRIBUNJAMBI/QOMARUDDIN
Warga mengevakuasi kepala korban pemenggalan di Sarolangun.

TRIBUNJAMBI.COM - Aksi yang dilakukan Hendi terhadap istrinya langsung mendapat respon dari masyarakat. Warga yang mengetahui kejadian tersebut sontak menyebut sadis dan biadab. Apalagi seusai membunuh sang istri, Hendi sang suami yang juga pelaku nekat menenteng kepala istrinya dari Desa Taman Bandung ke desa tetangga Seko Besar Kecamatan Pauh yang berjarak kurang lebih 10 kilometer.
"Ya, pas sudah bunuh. Kepala istrinya ditenteng di tangan kiri. Dan di tangannya pegang golok," kata Kapolres Sarolangun melalui Kapolsek Pauh AKP Darmawan.
Beberapa warga yang ditemui Tribun mengaku aksi yang dilakukan pelaku sudah dianggap diluar batas kewajaran.
"Seperti gak salah. Ini memang sadis," ungkap seorang warga.
Warga yang umumnya minta tak disebutkan identitasnya mengaku sempat ketakutan melihat aksi pelaku.
"Sudah gilo lah dak punyo hati lagi. Istri dewek dibunuh," kata seorang Z seorang warga Seko Pauh.
Dari informasi yang didengar warga, beberapa tahun lalu pelaku pernah menderita gangguan jiwa. "Tapi sayo gak tau pastinyo. Cuma dengar bae katanyo pernah gilo. Nah apo kambuh lagi atau apo jugo, sayo dak tau," terangnya.
Warga yang ketakutan katanya, hanya bisa melihat pelaku berjalan kaki dengan menyandang sebilah golok di tangan kanan. Warga hanya bisa menyuruh anak anak mereka masuk. "Kita takutnya ado korban lagi, maka kami biarkan tunggu polisi datang. Dak lamo polisi datang baru kami berani dekati pelaku. Nah kemudian tangan kanan dipukul, goloknya jatuh. Baru ditangkap rame rame," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved