Smart Women
Putri Indonesia Jambi Itu....
PUTRI Indonesia Provinsi Jambi 2012, Amelia Siregar ternyata punya care yang besar pada dunia pendidikan.
Penulis: Fifi Suryani | Editor: Deddy Rachmawan
PUTRI Indonesia Provinsi Jambi 2012, Amelia Siregar ternyata punya care yang besar pada dunia pendidikan. Kepeduliannya itu tergambar dari keprihatinannya pasca keluarnya putusan dihapuskannya RSBI baru-baru ini.
"Sangat disayangkan, padahal dalam pelaksanaannya RSBI sangat bagus dalam mencetak kualitas peserta didik," ungkap Amalia yang akrab disapa Alia. Namun di lain sisi, penghapusan itu memberi peluang kepada anak yang berasal dari keluarga tidak mampu mendapat kesempatan
pendidikan berkualitas.
"Kalau bisa sekolah di Indonesia sama semua, bertaraf internasional," tuturnya. Jadi yang sudah ada tetap dipertahankan, yang belum diupayakan untuk mempunyai kualitas setara taraf internasional.
Meskipun memang ide itu tak semudah membalik telapak tangan, namun penyetaraan pada kualitas yang lebih baik akan menciptakan generasi yang sama berkualitas. Bukan sebaliknya menyamakan kepada kualitas standar.
Alumni Sarjana Pendidikan Universitas Jambi, atau FKIP pendidikan Fisika MIPA yang tamat Mei 2012 ini menuturkan, tidak dipungkiri untuk sekolah RSBI memang ada hak campur tangan orang tua terutama dalam pembiayaan.
"Menurut saya tidak apa-apa, sejauh itu sifatnya sukarela. Namun untuk peserta didik yang berasal dari keluarga tidak mampu diikutkan beasiswa pendidikan," jelas Guru privat untuk siswa SMP ini. Beberapa perusahaan yang concern pada pendidikan siswa kurang mampu diketahui Alia adalah PTPN, Djarum termasuk juga Pemprov Jambi.
Pendidikan SAD
Alia yang saat ini tengah mengikuti Karantina Pemilihan Putri Indonesia 2013 di Jakarta ternyata juga care pada pendidikan Suku Anak Dalam (SAD) Jambi yang tersebar di Bukit 12 Bungo, Bukit 30 dan kawasan lainnya.
Adanya komite pemerhati dibantu pemerintah telah membantu penghidupan SAD yang sudah lebih maju. Ditandai adanya kepala suku yang sudah bisa membaca.
"Itu semua tidak lepas dari bantuan Butet Manurung yang rela memberikan pendidikan pada mereka," ungkap Alia. Ke depan Alia berharap, kepedulian yang sama juga dilakukan orang Jambi yang concern di dunia pendidikan selama ini.
"Sebagai Putri Indonesia Jambi, saya ajak remaja Jambi untuk lebih peduli, merangkul mereka, sosialisasi pendidikan, hingga pada kebiasaan berpakaian," ungkapnya. Hal lainnya, yang perlu disosialisasikan pada SAD adalah cara bercocok tanam, merawat lingkungan yang tidak merusak hutan, sehingga mereka tidak harus nomaden terus.
Terkait adanya aksi jalan kaki warga Jambi ke Jakarta terkait pencaplokan lahan yang selama ini ditempati SAD Alia mengharapkan pemerintah lebih peduli kepada mereka.
"Pemerintah dan swasta harus berkomunikasi, jangan mengambil keputusan sepihak yang justru merugikan mereka," imbuh Alia
Ketik PPIK spasi Jambi
Selain menargetkan masuk 5 besar pada Pemilihan Putri Indonesia tahun ini, Alia juga punya target lain meraih predikat Putri Indonesia Favorit Kepulauan. Untuk mendapatkan predikat itu ternyata dukungan SMS menjadi persyaratannya.
"Caranya, ketik PPIK spasi Jambi, kirim ke 7288 mulai saat ini," ujar Alia jelang ia akan masuk karantina di Jakarta. Tanggal 22 lalu ia mengikuti pembekalan di Graha Mustika Ratu, selanjutnya tanggal 23 penyambutan para finalis Putri Indonesia di Grand Sahid Jaya Hotel.