Banjir di Kerinci
Camat: Bantuan Banjir Sudah Diserahkan
TRIBUNJAMBI.COM – Camat Depati Tujuh, Jum Azimin, dihubungi Tribun mengaku bantuan tersebut sudah diserahkan
Penulis: edijanuar | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Edi Januar
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI – Camat Depati Tujuh, Jum Azimin, dihubungi Tribun mengaku bantuan tersebut sudah diserahkan kepada masing-masing kepala desa.
"Kebetulan saat ini bantuannya sedang kami serahkan kepada masing-masing kepala desa penerima. Saat ini penyerahannya sedang berlangsung di kantor kecamatan," ujarnya, dikonfirmasi via telepon, Jumat (21/12).
Ia mengaku, ada tiga desa yang mendapatkan bantuan tersebut, yakni Desa Lubuk Suli, Desa Kayu Aho Mangkak, dan Desa Ladeh. "Bantuannya dijemput langsung kades, yang nantinya akan membawanya ke desa," katanya.
Ia mengaku, terlambatnya distribusi bantuan lantaran bantuan belum diterima utuh pihak kecamatan. "Masih banyak yang kurang. Mie saja masih kurang 17 kardus, seperti yang dijanjikan Bupati Kerinci saat melihat kondisi korban banjir. Kami sudah upayakan adanya penambahan, namun hanya air mineral saja yang ditambah," jawab camat.
Dari laporan para kades di tiga desa, total korban banjir berjumlah 246 rumah. Sementara bantuan yang masuk, hanya 380 kg beras, 8 kardus mie instan, 45 lembar selimut, dan 25 air mineral.
"Bantuannya diberikan BPBD dan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transimigrasi Kerinci yang diserahkan Bupati Kerinci, Murasman," katanya lagi.
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI – Camat Depati Tujuh, Jum Azimin, dihubungi Tribun mengaku bantuan tersebut sudah diserahkan kepada masing-masing kepala desa.
"Kebetulan saat ini bantuannya sedang kami serahkan kepada masing-masing kepala desa penerima. Saat ini penyerahannya sedang berlangsung di kantor kecamatan," ujarnya, dikonfirmasi via telepon, Jumat (21/12).
Ia mengaku, ada tiga desa yang mendapatkan bantuan tersebut, yakni Desa Lubuk Suli, Desa Kayu Aho Mangkak, dan Desa Ladeh. "Bantuannya dijemput langsung kades, yang nantinya akan membawanya ke desa," katanya.
Ia mengaku, terlambatnya distribusi bantuan lantaran bantuan belum diterima utuh pihak kecamatan. "Masih banyak yang kurang. Mie saja masih kurang 17 kardus, seperti yang dijanjikan Bupati Kerinci saat melihat kondisi korban banjir. Kami sudah upayakan adanya penambahan, namun hanya air mineral saja yang ditambah," jawab camat.
Dari laporan para kades di tiga desa, total korban banjir berjumlah 246 rumah. Sementara bantuan yang masuk, hanya 380 kg beras, 8 kardus mie instan, 45 lembar selimut, dan 25 air mineral.
"Bantuannya diberikan BPBD dan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transimigrasi Kerinci yang diserahkan Bupati Kerinci, Murasman," katanya lagi.