Pertempuran Jenderal TNI Asal Jambi dan Tatang Koswara, Sniper Legendaris Kopassus Beraksi
Jenderal TNI Asal Jambi Kaget Lihat Tembakan Tatang Koswara, Sniper Legendaris Kopassus Beraksi
Jenderal TNI Asal Jambi Kaget Lihat Tembakan Tatang Koswara, Sniper Legendaris Kopassus Beraksi
TRIBUNJAMBI.COM - Ini kisah tentang jenderal asal Jambi yang kaget melihat sniper legendaris Tatang Koswara.
Edi Sudrajat merupakan mantan Menteri Pertahanan Keamanan dan Panglima ABRI.
Jenderal TNI kelahiran Jambi, 22 April 1938, ini juga pernah mengenyam kerasnya bertugas di Kopassus.
Lulusan Akademi Militer Nasional pada 1960 ini kenyang pengalaman. Satu di antaranya kisah saat misi dengan Tatang Koswara.
Sniper legendaris
Setiap kesatuan militer pasti memiliki penembak runduk alias sniper. Personel ini memiliki kemampuan menghabisi musuh menggunakan senapan dari jarak jauh secara tersembunyi.
Istilah sniper telah muncul sejak 1770-an. Itu sebenarnya berawal dari kata snipe, sejenis burung yang sangat sulit untuk didekati dan ditembak. Akhirnya, orang yang mahir memburu burung ini diberi julukan sniper.

Indonesia memiliki sniper yang namanya masuk daftar kelas dunia.
Baca: Pengalaman Hartini, Pramugari Garuda Istri Anggota Kopassus yang Suaminya Gila Kerja
Baca: Daftar 31 Danjen Kopassus 1952-Sekarang, Misi Rahasia CIA di Pulau Terpencil
Baca: Anak Ahok Lahir Tahun Ini? Perbedaan Mencolok Bentuk Perut Sang Istri Puput Dulu dan Sekarang
Baca: Daftar 14 Artis Asal Jambi yang Sukses di Jakarta, dari Christine Hakim s/d Si Cantik Eriska Rein
Baca: Istri Perwira Polisi Kaget saat Buka Komputer, Ada 5 Video P0rno Diduga Isinya Suami & Wanita Lain
Tatang Koswara, sniper atau penembak runduk TNI AD juga disegani dunia.
Dalam buku sniper yang ditulis Peter Brook Smith: Trining, Technique dan Weapons, Tatang Koswara yang merupakan penembak runduk TNI AD menjadi satu di antara penembak dengan rekor terbaik di dunia.
Nama lelaki ini disejajarkan dengan sniper legendaris dunia. Misalnya Simo Hayha, Lyudmila Pavlichenko dan lainnya.
Menurut Smith, apa yang dilakukan Tatang saat menjalani misi tempur khususnya di Timor Timur tidak berbeda dibandingkan dengan apa yang dilakukan para sniper kelas dunia lainnya.
Tatang mencetak rekor 41, di bawah Philip G Morgan yang merupakan pasukan khusus AS dengan rekor 53, dan Tom Ferran, seorang Marinir AS.
Badannya masih tegap kendati usianya sudah 67 tahun, demikian pula bahasa tubuhnya yang "sangat militer. Itu kesan ketika pertama kali bertemu pada Januari 2014.