Amien Rais Sebut Berjuang Sampai Mati 'Jangan Takut-takuti Kami dengan Bedil, Meriam, Panser & Tank'

Kepada orang-orag yang berada di rezim pemerintahan Jokowi, Amien Rais mengacam bahwa permainan belum selesai.

Editor: Suci Rahayu PK
Kolase Tribun Jabar (Instagram/@prabowo/@amienraisofficial)
Amien Rais dan Prabowo Subianto. Amien Rais mengajak pendukung Prabowo-Sandi melakukan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat, sebelumnya bernama People Power. 

Amien Rais Sebut Berjuang Sampai Mati 'Jangan Takut-takuti Kami dengan Bedil, Meriam, Panser & Tank'

TRIBUNJAMBI.COM - Keberanian Amien Rais tak surut meski belakangan banyak orang yang ditangkap gara-gara melakukan ujaran kebencian dan menghasut.

Amien Rais malah mengatakan tidak takut dengan ancaman-ancaman hendak dihabisi dengan tembakan, diberondong meriam, atau digilas panser, dan tank, milik militer TNI dan Polri.

Baca: Pasca Pencoblosan Suasana Kian Memanas, Pengamat Beberkan Cara Dinginkan Pendukung 01 vs 02

Baca: Jelang 22 Mei, Titiek Soeharto Sebut BPN Akan Demo 3 Hari Berturut-turut, Minta 01 Didiskualifikasi

Baca: Ini Jenis Makanan yang Baiknya Dikonsumsi dan Dihindari Saat Puasa

Baca: LIVE STREAMING & Prediksi Pemain Persib Bandung vs Persipura Jayapura, Hari Ini Pukul 20.30 WIB

Dari Rumah Perjuangan Rakyat, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019), Amien Rais terus bersuara mengajak rakyat pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bergerak melakukan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakayat (GNKR).

Kepada orang-orag yang berada di rezim pemerintahan Jokowi, Amien Rais mengacam bahwa permainan belum selesai.

"Ini permainan belum selesai, kami jangan ditakuti dengan bedil, dengan meriam," ujarnya di Rumah Perjuangan Rakyat.

Gerakan Nasional Kedaulatan Rakayat (GNKR) dilakukan untuk merespons adanya kecurangan yang dianggap kubu 02, dilakukan secara masif, terstruktur, dan sistematis.

Politisi Senior PAN, Amien Rais
Politisi Senior PAN, Amien Rais (Instagram)

Amien Rais Kritik Polisi Tak Paham Undang-undang dan Pancasila

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais heran dengan sejumlah ancaman pasal makar kepada mereka yang mengkritik pemerintah saat ini.

Menurut Amien Rais mereka yang dengan mudahnya menerapkan pasal makar seperti tidak pernah membaca Undang Undang Dasar 1945.

Amien Rais dan Kapolri Tito Karnavian
Amien Rais dan Kapolri Tito Karnavian (Kompas.com)

"Mereka tidak pernah baca Undang Undang Dasar 1945, tidak paham pancasila, tidak paham demokrasi, tidak paham kedaulatan rakyat," kata Amien Rais dalam pidato deklarasi Gerakan Kedaulatan Rakyat di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Amien Rais mengatakan perjuangan Pemilu 2019 belum usai.

Ia meminta dalam menyuaraan tuntutan, pendukungnya tidak takut terhadap ancaman apapun termasuk senjata.

"Saudara-saudara ini permainan belum selesai, kami jangan ditakuti dengan bedil, dengan meriam, dengan panser, tank, bagi rakyat itu hanya abal-abal tidak akan mengaruhi kekuatan kita," katanya.

Amien Rais yang juga anggota dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga itu mengatakan bahwa rakyat Indonesia harus berjuang.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved