Pilpres 2019

TERUNGKAP Alasan Sebenarnya BPN Prabowo-Sandi Menolak Hasil Pilpres 2019 Tapi Menerima Pileg 2019

Tim BPN Prabowo-Sandi dinilai menerima Pileg 2019 tapi justru menolak Pilpres 2019, ada apa sebenarnya? simak penjelasan mereka

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Instagram @indonesiaadilmakmur
Prabowo Subiyanto dan Sandiaga Uno 

TRIBUNJAMBI.COMBadan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi tampaknya berbeda jalan soal Pileg 2019 dan Pilpres 2019.

Tim BPN Prabowo-Sandi dinilai menerima Pileg 2019 tapi justru menolak Pilpres 2019, ada apa sebenarnya?

Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya pun mempertanyakannya kepada Juru Bicara BPN Andre Rosiade.

Andre Rosiade dicecar Yunarto Wijaya soal alasannya menerima hasil Pileg 2019 namun menolak hasil penghitungan Pilpres 2019.

Baca: Banyak yang Buka Siang Hari Saat Ramadan, Satpol PP Sarolangun dan TNI Sidak Rumah Makan

Baca: Terbongkar, Direktur Charta Politika Beberkan 3 Kejanggalan Dalam Klaim Kemenangan Prabowo 54 Persen

Baca: Masih Single Parent dengan Tiga Anak, Wanita Inisial IY Diduga Perekam Video Ancam Penggal Kepala

Baca: Buat Resah, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Serukan Masyarakat Tolak Isu People Power

Baca: Siapa Dua Jenderal yang Satu Geng dengan Ketua DPD OSO, Blak-blakan Bilang Ini ke Presiden Jokowi

Sikap Andre Rosiade menolak Pilpres merujuk pada keputusan Prabowo Subianto untuk menolak hasil penghitungan KPU.

Penolakan hasil penghitungan Pilpres diutarakan Prabowo Subianto saat berbicara dalam acara Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

Soal ini, Andre Rosiade menuturkan alasannya menolak Pilpres namun menerima Pileg di Kompas TV bersama Yunarto Wijaya.

"Kami siap adu data, tapi juga kadang kita komplain kita protes hanya dibilang masukin daftar isi. Publik harus tau komplain kita," kata Andre Rosiade, dikutip dari Kompas TV.

 

Andre belum mengetahui apakah BPN Prabowo-Sandi akan mengajukan gugatan ke MK atau tidak.

"Saya belum tau apa tindakan yang diambil Pak Prabowo dan BPN. Bisa saja kita tidak bawa ke MK karena percuma. Kita boikot saja," kata Andre.

Pembawa acara lantas menanyakan hasil mana yang akan diboikot oleh BPN Prabowo-Sandi, Pilpres atau Pileg?

Baca: Safari Ramadan ke Sungai Penuh, Pemprov Jambi Sumbang Rp 120 Juta untuk Bangun Masjid

Baca: Komentar Agus Harimurti Yudhoyono Soal Prabowo-Sandi Tolak Hasil Pilpres 2019, Selesaikan di MK

Baca: Cara Syahrini Masak Reino Barack Tak Banyak Bicara, Inces: Nasi Gorengnya Akan Ada di Restorannya!

Baca: Jendral Tri Sutrisno Kaget, Benny Banting Baret Merah di Depannya, karena Prajurit Berkaki Satu

Baca: BENARKAH THR dan Gaji 13 PNS Tahun 2019 Molor Gegara Surat Mendagri? Ini Penjelasan Resmi Kemendagri

"Kita bicara kecurangan terstruktur di Pilpres. Kalau Pileg memang ada. Kecurangan itu tetap ada. Banyaknya kasuistik. Tidak seperti di Pilpres yang patut diduga ada kekuatan negara," kata Andre.

Yunarto Wijaya lantas menanggapi Andre Rosiade untuk fokus pada satu topik.

"Pertama, saran saya. Anda konfers itu mau berbicara Pemilu yang curang atau penghitungan yang bermasalah? Ini dua hal yang berbeda. Kemarin awal mengatakan ingin ekspos data. Kami sangat menunggu secara ilmiah untuk saling buka data, termasuk kita ingin membuktikan sihir sience yang dituduhkan pada quick count itu benar atau tidak. Tetapi yang terjadi kemarin bicara soal orasi politik berbicara pada level kecurangan. Ketika bicara penghitungan yang dipermasalahkan pun situng, perlu diketahui andaikata pun situng terbukti bermasalah yang menjadi tetapi sah rekapitulasi berjenjang. Ujungnya ini apa?" kata Yunarto Wijaya.

"Contoh bicara mengenai penghitungan apakah misalnya Gerindra menolak hasil dari rekap berjenjang saksinya sama lho. Kenapa Bung Andre sudah menikmati kemenangan sebagai caleg. Makanya saya mengatakan di tweet, harusnya Andre Rosiade dan Fadli Zon sebagai pemegang suara tertinggi di dapil masing-masing kalau mau konsisten menolak juga," kata Yunarto Wijaya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved