Kisah Neerja Bhanot, Pramugari Gugur Sebagai Pahlawan, Selamatkan Penumpang dari Pembajak Pesawat
Namun itulah yang bikin Neerja Bhanot menjadi salah satu pramugari paling diingat sepanjang masa. Bhanot meninggal dalam usia 23 tahun dalam pembajaka
Kisah Neerja Bhanot, Pramugari yang Gugur Sebagai Pahlawan, Perjungannya Selamatkan Penumpang dari Pembajak Pesawat
TRIBUNJAMBI.COM - Menjadi pramugari memang nggak mudah, apalagi kalau terjadi hal-hal yang nggak diinginkan.
Namun itulah yang bikin Neerja Bhanot menjadi salah satu pramugari paling diingat sepanjang masa.
Neerja Bhanot merupakan pramugari senior di Pan Am Airlines.
Baca: Suami Pergoki Istri Dijemput Selingkuhan, Pisau Dapur Dipakai Habisi Nyawa Pria Idaman Lain
Baca: #rindukampunghalaman Lion Air Beri Diskon Harga Tiket hingga 50 Persen, Ini Syarat & Ketentuannya!
Baca: SERU! Live Streaming Big Match Laga Bali United vs Persebaya, Babak Pertama Skor Masih 1-0
Pada 5 September 1986, Bhanot meninggal dalam usia 23 tahun dalam pembajakan pesawat.
Bhanot gugur sebagai pahlawan.
Bagaimana kisah Neerja Bhanot, pramugari yang dianugerahi gelar pahlawan?

Pada 5 September 1986, Neerja Bhanot sedang menjalankan tugas pertamanya sebagai pramugari senior dalam pesawat Pan American World Flight 73 dari Mumbai, India ke New York, Amerika Serikat.
Penerbangan tersebut dibajak oleh empat teroris bersenjata dari Abu Nidal Organization ketika sedang transit di Jinnah International Airport, Karachi, Pakistan.
Pembajak menyamar menjadi staf keamanan bandara.
Namun, Neerja menyadari ada yang nggak beres dan menyalakan tombol alarm darurat.
Baca: Ramadhan dan Idul Fitri, ACE Hardware Berikan Diskon Hingga 50 Persen, Ada Juga Paket Parcel Lebaran
Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Skor Sementara 1-0 Laga Bali United vs Persebaya, Gol Ilija Spasojevic Menit 15
Rencana pembajak untuk menerbangkan pesawat menyerang kantor Kementerian Pertahanan Israel dan menuntut pembebasan 1.500 orang Palestina pun gagal karena para pilot langsung melarikan diri.
Neerja memilih untuk berada di pesawat dan bertanggung jawab atas 380 penumpang di dalamnya.
Para teroris tersebut memerintahkan awak kabin untuk mengumpulkan paspor penumpang.
Mereka mencari warga negara Amerika untuk dijadikan sasaran tembak jika pilot nggak kembali ke pesawat.
Namun, Neerja dengan penuh keberanian menyembunyikan 41 paspor warga Amerika tersebut.
Ketika para teroris meluncurkan aksinya menembakkan peluru ke segala arah, Neerja berusaha membuka pintu darurat dan menggunakan tubuhnya sebagai pelindung dari peluru teroris.