Kisah Militer
Pasukan Inggris Kaget Lihat Kemampuan Kopassus saat Pertempuran Hutan Kalimantan, Kawannya Kabur
Pasukan TNKU yang berintikan prajurit RPKAD yang sudah berpengalaman tempur itu langsung menunjukkan taring,
Pasukan TNKU berintikan prajurit RPKAD yang sudah berpengalaman tempur itu langsung menunjukkan taring, kendati musuh yang dihadapi merupakan pasukan elite Inggris, SAS.
TRIBUNJAMBI.COM - Pertempuran Kopassus dengan pasukan elite Inggris Special Air Service (SAS) tak akan terlupakan.
Peristiwa ini terjadi di hutan Kalimantan pada 1964, dan merupakan ujian berat bagi Kopassus.
Kemampuan pasukan elite TNI AD diuji di medan terbuka maupun hutan belantara.
Meski dalam jumlah sedikit, Kopassus tetap mampu mengalahkan musuh yang lebih banyak dan berperalatan lebih canggih.
Pada saat itu, Komando Pasukan Khusus yang masih bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) memberangkatkan tim kecil ke Kalimantan.

Tim itu diberangkatkan dalam rangka Operasi Dwikora, untuk konfrontasi dengan Malaysia.
Tak di sangka, dua pasukan elite itu bertemu di pedalaman rimba Kalimantan.
Baca: Pasukan Khusus AS Tak Berkutik saat Kopassus Keluarkan Ilmu Super, Cuma Bisa Terbelalak
Baca: Pelatih Karate Kopassus Tumbang di Tangan Haji Umar, Jago Silat Bisa Putar Empat Golok Sekaligus
Baca: Bidan Wenny Ariesty Kaget Dapat Kabar Pratu Kasnun, 3 Pesan sebelum Tewas Ditembak KKB di Papua
Baca: Ini Peristiwa Awal Natasha Wilona dan Verrel Bramasta Diduga Putus, hingga Puncaknya Senin (13/5)
Baca: Jadwal Final Liga Champions Tottenham vs Liverpool Live Streaming RCTI, Perebutan Trofi Pelipur Lara
Baca: Jadwal MotoGP Prancis 2019 dan Klasemen Sementara MotoGP, Valentino Rossi Masih Posisi Atas
Akhirnya, RPKAD bertempur melawan pasukan elite Inggris.
Kopassus mempunyai sejarah panjang dalam pertempuran.
Satu di antaranya saat 'bertemu' pasukan elite Inggris SAS yang disebut-sebut terhebat di dunia.
Itu terjadi pada 1961-1966, saat meletus konfrontasi Indonesia dan Malaysia.
Kondisi itu memicu konflik bersenjata di perbatasan, baik berupa penyusupan pasukan gerilya maupun pasukan reguler.
Tindakan militer untuk menggempur Malaysia dikumandangkan Presiden Soekarno, di depan rapat raksasa di Jakarta pada 3 Mei 1964.
Presiden Soekarno mengumumkan perintah Dwi Komando Rakyat (Dwikora).