Berita Tebo

Kronologi Massa Bakar 5 Alat Berat PT LAJ Tebo Jambi Menurut Polisi, Warga Tak Terima Land Clearing

Pasca pembakaran alat berat di Desa Napal Putih, Kecamatan Serai Serumpun, Kabupaten Tebo, Kepolisian Resor (Polres) Tebo terus melakukan penyelidika

Kronologi Massa Bakar 5 Alat Berat PT LAJ Tebo Jambi Menurut Polisi, Warga Tak Terima Land Clearing
IST
Alat berat dibakar di lokasi PT LAJ di Kabupaten Tebo 

Kronologi Massa Bakar 5 Alat Berat PT LAJ di Tebo Jambi Menurut Polisi, Warga Tak Terima Land Clearing

TRIBUNJAMBI.COM - Pasca pembakaran alat berat di Desa Napal Putih, Kecamatan Serai Serumpun, Kabupaten Tebo, Kepolisian Resor (Polres) Tebo terus melakukan penyelidikan.

Informasi yang diperoleh dari Kapolres Tebo, AKBP Zainal Arrahman, kejadian itu berawal pada Minggu (12/5/2019) kemarin.

"Ini berawal pada hari Minggu kemarin, warga Simpang VI Desa Napal Putih, Kecamatan Serai Serumpun mengetahui bahwa pihak LAJ melakukan land clearing lahan. Oleh warga Simpang VI itu menyatakan, diklaim itu lahannya mereka. Sehingga kegiatan dilakukan oleh perusahaan dihentikan dengan menghalangi alat berat," jelas Kapolres Tebo, Rabu (15/5/2019).

Kapolres menjelaskan, massa dan pihak perusahaan kemudian melakukan pertemuan.

Namun masyarakat menolak pertemuan tersebut, sebab mereka menginginkan pertemuan itu juga dihadiri oleh pihak pemerintahan yaitu, Pemkab Kabupaten Tebo.

Baca: Lima Alat Berat PT LAJ di Tebo Jambi Dibakar, Tiga Orang Disandera, Polres Tebo Turun Selidiki Kasus

Baca: Ojek Online Beroperasi di Sarolangun Jambi, Buka Lowongan Kerja Driver, Cek di Sini Persyaratannya

Baca: SOSOK Istri Mantan Danjen Kopassus Beberkan Video Kecurangan Pilpres 2019, Ikut Sidak ke Kantor KPU

Baca: Nasib Pencuri Motor Polisi yang Melawan Saat Ditangkap, 13 Kali Maling di Jambi Dibuat Tak Berkutik

"Pihak Kabupaten Tebo diwakili oleh Asisten I. Kami menugaskan Wakapolres dan pihak kepolisian sendiri agar perusahaan mau melakukan mediasi dengan warga Simpang VI. Hasilnya, masyarakat meminta agar pekerjaan dihentikan sampai menunggu keputusan dari Bupati, keputusan lahan milik PT LAJ dan lahan milik masyarakat," terangnya.

Selanjutnya, pada Selasa (14/5/2019) kemarin, operator alat berat tersebut diperintahkan oleh perusahaan untuk me-rolling.

Akses untuk ke tempat rolling yang mereka tuju, itu melewati Desa Napal Putih.

Alat berat dibakar di lokasi PT LAJ di Kabupaten Tebo
Alat berat dibakar di lokasi PT LAJ di Kabupaten Tebo (IST)

"Melihat adanya alat berat yang lewat ini, memicu emosi warga. Karena apa? Kok perusahaan mengingkari kesepakatan yang sudah disepakati kemarin. Inilah akhirnya alat berat tersebut dibakar," ungkap AKBP Zainal.

Halaman
123
Penulis: Mareza
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved