Udara di Jambi Lebih Panas, Agar Tahan Puasa Kurangi Aktivitas di Luar pada Jam-jam Berikut Ini

Pernahkah Anda mengeluhkan suhu udara di siang hari akhir-akhir ini terasa sangat panas?

Udara di Jambi Lebih Panas, Agar Tahan Puasa Kurangi Aktivitas di Luar pada Jam-jam Berikut Ini
pixabay.com
Ilustrasi 

Udara di Jambi lebih panas pada jam-jam ini. Agar tahan puasa lebih baik kurangi aktivitas di luar pada siang hari.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pernahkah Anda mengeluhkan suhu udara di siang hari akhir-akhir ini terasa sangat panas?

Tribunjambi.com coba meminta penjelasan dari BMKG Sulthan Thaha Jambi mengenai cuaca di Provinsi Jambi.

Kurnia Ningsih, Kasi Data dan Informasi BMKG Sulthan Thaha Jambi menjelaskan panas yang dirasakan dan kerap dikeluhkan warga ternyata dikarenakan kondisi udara di Provinsi Jambi lebih kering dari biasanya.

Dengan kata lain, nilai kelembaban udara di Jambi saat ini sangat rendah. Kata Kurnia Ningsih, saat ini wilayah Provinsi Jambi sudah masuk peralihan musim.

Yakni dari musim penghujan ke musim kemarau. Atau biasa juga disebut musim basah ke musim kering.

Dengan kondisi ini juga cukup meningkatkan suhu udara di luar ruangan dikarenakan mulai berkurangnya potensi hujan.

Suhu udara maksimal di Kota Jambi sendiri khususnya akan terjadi pada pukul 14.00 WIB siang. Dengan suhu maksimum bisa mencapai 33 hingga 34 derajat celsius.

Baca: Pemprov Jambi Siapkan 15 Ribu Beasiswa Pendidikan untuk SMA, SMK dan Hafiz Quran di Pondok Pesantren

Baca: Kurangi Sampah Plastik, Gadis Jambi Gunakan Sedotan Stainless dan Kantong Belanja Ramah Lingkungan

Baca: Terpilih Jadi Gadis Jambi 2019, Nela Soraya: Berikan yang Terbaik untuk Buktikan Kualitas Diri

Baca: Pray for Pangkal Duri, Tanjabtim-Provinsi Jambi

Baca: Siapa Sebenarnya Khikmawan Santosa? Tokoh Film Indonesia Ramai-ramai Posting Kabar Duka

"Kalau di Kota Jambi kemarin 33.6 derajat celsius, di Muarojambi bisa sampai 34.6 derajat celsius," kata Kurnia Ningsih pada Kamis (9/5/2019).

"Untuk wilayah Jambi itu masih tergolong normal. Kalau sudah sampai 36 derajat celsius baru masuk kategori ekstrem," sambungnya.

Dengan suhu maksimum yang cukup tinggi, Kurnia Ningsih mengingatkan warga untuk mengurangi aktivitas di siang hari. Terlebih saat ini sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.

"Suhu udara maksimum terjadi mulai dari pukul 13.00 WIB siang sampai dengan pukul 15.00 WIB, maka sebaiknya hindari atau kurangi beraktivitas di jam tersebut. Untuk suhu minimumnya terjadi sekitar pukul 04.00 WIB dini hari," terangnya.

Untuk wilayah Provinsi Jambi sendiri kata Kurnia Ningsih baru akan memasuki musim kemarau pada dasarian pertama bulan Juni 2019 mendatang.

"Sekarang wilayah Provinsi Jambi memasuki peralihan musim. Untuk musim kemarau kami prediksi baru terjadi pada awal bulan Juni 2019," pungkasnya.

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved