MISTERI Setan Gundul Terbongkar, Profesor Pengumpul Data C1 Prabowo Muncul, Yakin Menang 70 Persen
TRIBUNJAMBI.COM - Profesor Laode, orang penting yang disebut-sebut sebagai otak dari perhitungan suara di
TRIBUNJAMBI.COM - Profesor Laode, orang penting yang disebut-sebut sebagai otak dari perhitungan suara di BPN Prabowo-Sandi optimis calon yang digadangnya bisa mencapai 70 persen suara pemilih di Pilpres 2019.
Profesor Laode membuka metode perhitungan suara yang digunakan dalam BPN Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.
Kepada anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Vasco Ruseimy, Profesor Laode menceritakan detail demi detail dari pola perhitungan suara yang digunakan BPN Prabowo-Sandi.
Bahkan Profesor Laode juga mengunggkap basis suara yang digunakan Prabowo Subianto dalam klaim kemenangan 62 persen.
Baca: Harga Sawit Turun, Petani di Muarojambi Bingung Cari Utang
Awalnya Vasco Ruseimy menyebut bahwa Profesor Laode merupakan kordinator dari relawan yang mengumpulkan data C1 untuk BPN Prabowo-Sandi.
"Biar teman-teman tahu, beliau adalah koordinatornya, otaknya yang mengumpulkan dan mengkolek semua data C1 baik itu dari relawan dan yang lain-lain semua dikumpulkan untuk pemenangan tim Pak Prabowo-Sandi lah intinya dan partai koalisi," jelas Vasco Ruseimy dikutip dari Youtube Macan Idealis.
Vasco Ruseimy menyinggung soal peloemik setan gundul dan data 62 persen yang diklaim Prabowo Subianto.
Belakangan istilah setan gundul ramai jadi perbincangan setelah Andi Arief, Wasekjen Partai Demokrat, kesal dengan Prabowo yang lebih mendengar omorang kelompok sub koalisi dibandingkan partai-partai koalisi.
Profesor Laode meyakini bahwa data 62 persen tersebut merupakan valid.
Baca: TERBARU, Mahfud MD Dapat Jabatan Baru di Pemerintahan Jokowi, Tak Hanya Anggota Dewan Pengarah BPIP
"Setiap apa yang diucapkan oleh Pak Prabowo dan Sandi itu semuanya disuplai dengan data-data yang valid," ujar Profesor Laode.
Menurut Profesor Laode, kemenangan data 62 persen tersebut didapat dari sistem yang diinput dari pesang singkat atau SMS.
"Misalnya, ini yang dipersoalkan data 62 persen dari mana sih sekian jam," jelas Profesor Laode.
"Itu buat kami sudah di jauh hari kita sudah buat sistem pakai sms saja."
Baca: Nilai UNBK Tingkat SMA SMK, dan MA Telah Keluar, Ini Daftar Siswa Peraih Nilai Tertinggi di Jambi
"Jadi setiap orang yang telah menusuk (mencoblos) itu ya, kemudian keluar C1-nya, langsung saja di kirim."
"Nah sistem itu dengan cepat sekali," tegasnya.