Pemkot Jambi Rencanakan Seberang Kota Jambi Jadi Kawasan Wisata Religi
Pemkot Jambi merencanakan akan segera membuat Jambi Seberang menjadi pusat wisata religi.
Penulis: Rohmayana | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Pemkot Jambi merencanakan akan segera membuat Seberang Kota Jambi menjadi pusat wisata religi. Keinginan tersebut karena Kecamatan Danau Teluk dan Pelayangan memiliki kultural budaya dan sejarah Jambi yang banyak berasal dari Seberang.
Seperti budaya asli berupa rumah bertiang, pakaian, serta makanan yang banyak berasal dari Seberang. Menurut Maulana ada tiga hal yang kuat agar Seberang diutamakan menjadi pusat wisata religi, Diantaranya sejarah, kultur dan religi.
"Apalagi di seberang banyak pesantren, sehingga sangat cocok kalau Seberang di jadikan pusat wisata religi," kata Maulana.
Namun itu semua menurut Maulana bisa dikembangkan jika akses ke Seberang dipermudah. Yakni dengan melebarkan jalan dari Aur Duri I ke Aur Duri II.
"Konektifitas dari dua jalan ini menjadi hal yang utama," ujarnya.
Baca: Wacana Pelegalan Illegal Drilling, DLH Batanghari: Pemda Tak Berhak Berikan Izin
Baca: Kemenag Bungo Ajukan Penambahan Kuota Haji 27 Orang
Baca: Fasha Minta Kantor Diklat Kota Jambi Direhab, Dinas PU Rencanakan 2020
Baca: Data Rekapitulasi Berbeda 85 Persen, Bawaslu Pertanyakan Data Hasil Pleno KPU Bungo
Baca: 35 Nama Caleg di Merangin yang Menang di Pemilu 2019, Ada 10 Incumben
Masyarakat di Kecamatan Danau Teluk dan Pelayangan diminta memahami arah pembangunan di sana. Misalnya pihak kecamatan harus memberikan pemahaman agar masyarakat jangan berlomba-lomba membangun ruko, sehingga menghilangkan nilai sejarah dan rumah adat yang ada di Seberang.
"Jadi jangan semua membangun ruko, masyarakat harus mengerti dan paham dimana titik rumah yang harus dipelihara, sehingga tidak meninggalkan sejarah dari Seberang, " katanya.
Selanjutnya aspek keamanan. Pemuda di Seberang harus ikut serta menjaga keamanan dengan menjadi pemuda yang santun. Begitu pula kerjasama dengan TNI dan Polri, karena masalah keamanan ini sangat penting.
Untuk mendukung itu semua harus ada konektivitas dengan dunia luar. Agar itu tercapai Bandara Sutan Thaha harus menjadi bandara Internasional.
"Supaya saya dan walikota Jambi Syarif Fasha bisa mempromosikan ini semua ke dunia luar, baik luar daerah dan luar negeri memiliki akses yang mudah ke Kota Jambi," katanya.
Selain itu, masyarakat juga harus memiliki sadar wisata yang tinggi. Misalnya dengan menghormati tamu dan menjaga lingkungan sekitar.
"Kalau semua aspek ini tercapai maka akan mendapat multi player efek yang tinggi, kita bisa mempunyai lapangan pekerjaan yang banyak misalnya menjadi tour guide, dari dunia transportasi ada sewa kendaraan yang akan meningkat, begitu pula dengan kuliner dan oleh-oleh yang akan meningkat," katanya.
Baca: Video Viral, Bocah Pemulung Rapikan Sandal Jemaah yang Sedang Salat
Baca: Bawaslu Temukan Hasil Rekapitulasi Suara Berbeda, KPU Bungo Minta Adu Data DA1
Baca: Pag-pagi Siti Dikejutkan Suara Keras, Ternyata Bengkelnya Ditabrak Truk, Satu Motor Hancur Terlindas
Baca: Mantan Bendahara Sekwan DPRD Kota Jambi, Dituntut 2 Tahun Penjara, Kasus Bimtek DPRD Kota Jambi
Menurutnya inilah konsep 5 tahun ke depan yang saat ini sedang diperjuangkan. Namun semua ini harus mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat.
"Tidak bisa kalau hanya saya dan pak wali saja yang gigih memperjuangkan ini. Tapi semua masyarakat harus turut serta agar semua keinginan untuk menjadikan Kota Jambi yang maju bisa tercapai, dan memiliki daya saing yang tinggi dengan kota lainnya," pungkasnya.
Pihaknya menargetkan Seberang menjadi pusat wisata religi pada tahun ke empat di masa kepemimpinannya.