Sidak Harga Sembako

Jelang Ramadhan, Pemkot Sungaipenuh Sidak ke Pasar Tanjung Bajure, Bawang Putih Tembus Rp60 Ribu

Jelang Ramadhan, Pemkot Sungaipenuh Sidak ke Pasar Tanjung Bajure, Bawang Putih Tembus Rp60 Ribu

Jelang Ramadhan, Pemkot Sungaipenuh Sidak ke Pasar Tanjung Bajure, Bawang Putih Tembus Rp60 Ribu
Tribunjambi/Heru Pitra
Jelang Ramadhan, Pemkot Sungaipenuh Sidak ke Pasar Tanjung Bajure, Bawang Putih Tembus Rp60 Ribu 

Jelang Ramadhan, Pemkot Sungaipenuh Sidak ke Pasar Tanjung Bajure, Bawang Putih Tembus Rp60 Ribu

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Jelang ramadhan 2019, tim gabungan terdiri dari Dinas Peternakan Sungai Penuh bersama Kodim 0417 Kerinci dan Polres Kerinci serta BPOM melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Kamis (2/5/2019) di Pasar Tanjung Bajure.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sungai Penuh, Herman menyebutkan, Sidak dilaksanakan sejumlah instansi. Yakni untuk memantau dalam mengontrol harga sembako jelang Ramadhan.

"Sidak ini kegiatan rutin kita, untuk memantau harga sembako jelang Ramadhan," ungkapnya.

Pemkot Sungaipenuh sidak ke Pasar Tanjung Bajure, pantau harga sembako jelang Ramadhan 2019
Pemkot Sungaipenuh sidak ke Pasar Tanjung Bajure, pantau harga sembako jelang Ramadhan 2019 (Tribunjambi/Heru Pitra)

Sejauh ini lanjutnya, berdasarkan hasil sidak tidak ada kenaikan signifikan dari harga sembako di Pasar Tanjung Bajure. Kenaikan harga hanya dalam bentuk jenis bawang putih dan Ayam.

"Bawang putih biasanya seharga Rp 35 ribu perkilogramnya, kini naik menjadi Rp 60 ribu perkilogramnya. Sedangkan ayam naik Rp 3 ribu perkilonya," sebutnya.

Persoalan stok lanjutnya, hanya terjadi di sembako jenis ikan laut. Hal ini dikarenakan produksinya dari luar daerah.

Baca: Calon Pengganti Wali Kota Surabaya Tahun 2020, Ada 5 Kandidat yang Berpeluang Besar Gantikan Risma

Baca: Ahmad Dhani Tulis Surat untuk Bawaslu, Minta Input Data dari Nol dan Hentikan Perhitungan di KPU

Baca: TANGGUH dan Tetap Bungkam Meski Disiksa Lawan, Seperti Ini Latihan Khusus Pasukan Baret Merah

"Biasanya terkendala cuaca dan longsor sehingga sulit. Tapi yang jelas pemantauan harga tetap kita laksanakan setiap harinya, petugas kita selalu turun," katanya.

Kabid Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Elfian Alamrus menjelaskan sidak dilaksanakan dengan membentuk tim gabungan, dari Polres, Dandim dan BPOM.

"Usaha ini agar tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan dan mencekik masyarakat," jelasnya.

Baca: MUZDALIFAH Blak-blakan Ditanya Malam Pertama dengan Fadel Islami, Pengakuannya Mengejutkan

Baca: Harga Bawang Putih Meroket, Disperindag Provinsi Jambi Sebut Stock Menipis dan Sudah Surati Kemendag

Baca: 24 Sekolah Unjuk Gigi di Program Pintar Tanoto, 2019 Pemkab Tanjabtim Siapkan Anggaran Rp635 Juta

Sementara itu, Kanit Tipiter Polres Kerinci, Iptu Jeki menjelaskan pelaksanaan sidak didasarkan atas perintah Dirkrimsus. Agar Polres Kerinci melalui Tipiter mengawasi gejolak harga, tentunya dengan berkoordinasi instansi terkait.

"Kita mengawasi jangan sampai ada penimbunanan barang yang membuat harga naik, jika itu terjadi pidana dan kita proses. Apabila wajar, bersama instansi untuk operasi pasar, satgas pangan, ketua sekda," bebernya.

Sejauh ini, ditambahkannya kenaikan masih normal, kecuali bawang putih. Dibandingkan daerah lain masih mendingan, daerah lain 70 sampai 75 ribu per Kg.

"Kalau memang ada gejolak, monitoring laksanakan lagi operasi pasar didukung bulog," tegasnya.

(Heru Pitra/Tribun Jambi)

Penulis: heru
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved