VIRAL - Berniat Tolong Siswa Dari Kejaran Anjing, Guru Madrasah Dikeroyok Pemilik dan Keluarganya

Berniat selamatkan siswa dari kejaran anjing, seorang guru justru dikeroyok pemillik anjing hingga babak belur.

Editor:
pixabay.com
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Berniat selamatkan siswa dari kejaran anjing, seorang guru justru dikeroyok pemillik anjing hingga babak belur.

Kasus penganiayaan tersebut terus bergulir hingga berujung pada persidangan di pengadilan.

Nur Sarianto dihadirkan dalam sidang kasus penganiayaan dirinya oleh Nofita (29) di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (30/4/2019).

Pria yang akrab disapa Ustaz Sarianto ini menjelaskan awal mula kejadiannya saat dirinya pulang dari tempat mengajarnya di Madrasah daerah Jalan Pukat I / Jalan Mandailing, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung.

"Saya lihat ada dua orang murid Madarasah yang dikejar seekor anjing dan menangis dan sempat terjatuh," ungkapnya.

Ia pun berbicara kepada pemilik anjing, yaitu terdakwa Novita.

"Saya berhentikan kendaraan saya.

Baru berbicara dengan pemilik anjing, 'Anda kok biarkan saja anjing, inikan bisa digigit. Anjingnya berbahaya," tuturnya.

Ternyata Novita malah marah.

"Karena saya bilang gitu dia langsung menggertak saya, saya lalu menasihati saya bilang saya manusia biasa saya punya hak azasi.

Saat itu dia tidak terima, baru saya dorong bahunya pelan," ungkapnya.

Karena kejadian dorongan tersebut, Sarianto menjelaskan bahwa dirinya langsung dikeroyok oleh terdakwa serta ayah dan ibunya.

"Karena enggak terima langsung menyerang saya dan memukul dan menendang berulang kali ada tiga kali tangan dan dada saya yang sakit. Habis itu dilerai oleh masyarakat," tuturnya.

Baca: Insiden Kapal Vietnam Membuat Pemerintah Indonesia Harus Bertindak Tegas, Simak Penjelasannya

Baca: Baznas Salurkan Rp 2,6 Miliar Dana Zakat untuk Panti Asuhan dan Beasiswa Pendidikan di Jambi

Baca: Polda Jambi Tangkap Dua Gembong Narkoba dari Aceh dan Cirebon, Uang Rp 500 Juta Hasil Sabu Disita

Baca: Baliho Ucapan Kemenangan Jokowi Terpasang di Solo, Politisi Senior PDI-P Solo Sebut Tak Tahu

Baca: Dikuasai 9 Parpol Besar, Ini Prediksi Nama-nama Pemenang Dapil 4 Kota Jambi

Ia menyebutkan selanjutnya setelah kejadian tersebut, dirinya pergi lalu tak lama kemudian ternyata terdakwa mengejar dan kembali untuk memukul korban.

"Lalu saya pergi 20 meter, saya dipanggil 'sini kau sini kau', lalu saya tunggu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved