Sejarah Indonesia
Seoharto Lolos Dari Pembunuhan Perempuan Membawa Racun Tikus yang Mengaku Anaknya, Bu Tien Curiga
Dikisahkan pula ada seorang anak perempuan mengaku anak Soeharto mendatangi rumah dan membawa racun tikus.
Keberuntungan Soeharto, Selamat Dari Racun Tikus Penculikan Para Jenderal
TRIBUNJAMBI.COM - Soeharto saat malam penculikan yang dilakukan oleh Gerakan 30 September sedang berada di Rumah Sakit menunggui Tommy Soeharto anaknya yang waktu itu sakit.
Di berbagai kisah tentang G30S/PKI Soeharto terselamatkan karena berada di rumah sakit, namun di cerita lain Soeharto disebut-sebut telah tahu rencana adanya penculikan tersebut.
Terbunuhnya 8 jenderal TNI AD dalam aksi G30S/PKI dan lolosnya mantan Presiden Soeharto dari aksi penculikan telah ditulis dalam berbagai buku, dengan versi masing-masing.
Salah satu yang menarik adalah kisah dalam buku otobiografi Ibu Tien Soeharto berjudul 'Siti Hartinah Soeharto Ibu Utama Indonesia'.
Di sana dijelaskan, musibah yang dialami putranya Tommy Soeharto, sehingga Soeharto harus berjaga di rumah sakit, secara tidak langsung justru menyelamatkan Soeharto dari aksi penculikan.
Dikisahkan pula ada seorang anak perempuan mengaku anak Soeharto mendatangi rumah dan membawa racun tikus.
Ibu Tien meyakini anak itu adalah suruhan untuk menghabisi Soeharto dengan perintah memasukkan racun tikus ke dalam minuman atau makanan Soeharto.
Baca: Penyebab Wafatnya Bu Tien Soeharto Sempat Jadi Teka-Teki, Mantan Kapolri Ungkap yang Sebenarnya
Baca: BJ Habibie Dapat Telepon 14 Menteri Tak Mau Lanjut, Detik-detik Soeharto Terpukul Jelang Lengser
Berikut adalah cuplikan kisah dalam buktu tersebut:
Ibu Tien --panggilan akrabnya-- sengaja berkumpul di markas Persit untuk mendengarkan penjelasan dari Menteri/Panglima AD Achmad Yani.
"Pak Yani dalam pertemuan tersebut menjelaskan situasi politik pada waktu itu yang makin gawat.
Selama saya menjadi istri prajurit, baru pertama kali itulah saya menerima uraian politik yang menyangkut nasib negara dan bangsa.
Biasanya seorang istri prajurit itu tidak diberitahu hal-hal yang bersifat rahasia," kenangnya seperti terungkap dalam buku otobiografinya berjudul 'Siti Hartinah Soeharto Ibu Utama Indonesia'.
Seusai mengikuti acara itu, Ibu Tien pulang ke rumahnya di Jalan H Agus Salim.
Melihat ibunya pulang, anak-anaknya meminta dibuatkan sup kaldu tulang sapi.