Petugas Panwascam di Sungai Penuh Dianiaya Tim Sukses Caleg, Begini Cerita Kejadiannya
Pemilu 2019 di Kota Sungai Penuh diwarnai dengan pembakaran kotak suara dan penganiayaan.
Penulis: Herupitra | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAI PENUH - Pemilu 2019 di Kota Sungai Penuh diwarnai dengan pembakaran kotak suara dan penganiayaan. Korbannya adalah anggota panwascam Kecamatan Pesisir Bukit, yang diduga dianiaya oleh timses caleg.
Informasi yang didapatkan penganiayaan terhadap panwascam atas nama Suardi (36), terjadi di Desa Koto Lolo saat penghitungan suara Kamis (18/4) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.
Diduga saat penghitungan tersebut, korban didatangi sekelompok orang. Sejumlah orang tersebut lalu melakukan pemukulan terhadap korban.
Ketua Panwaslu Kota Sungai Penuh, Jumiral dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
"Ya, salah seorang anggota kami, panwascam dikeroyok dan dianiaya oleh oknum timses caleg dapil 2," ujar Jumiral, Kamis, (18/4/19).
Baca: Laporan Hasil Pemilu 2019 di Jambi, Mulai TPS Kebanjiran Hingga Pembakaran Kotak Suara
Baca: Prabowo Didampingi Sandiaga Uno Umumkan Menang di Pilpres 2019, Data Ini Rujukan Prabowo-Sandi
Baca: Capres Jokowi Ungkap Hasil Hitung Cepat 12 Lembaga Survei, Ucapkan Terima Kasih Kepada Masyarakat
Baca: Preorder Samsung Galaxy A70 Sudah Dimulai, Bisa Dapat Cashback Rp 500 Ribu
Ditambahkan Jumiral, saat ini kondisi korban sudah kembali stabil, korban juga sudah divisum dan dilaporkan ke polisi.
"Kejadian ini telah kita serahkan kepada pihak kepolisian yang menindaklanjuti," pungkasnya.