Korupsi Pengadaan Alkes Bungo, RJ Divonis Setahun Dua Bulan, Polres Bungo Masih Periksa RZ

RJ, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan Puskesmas pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo tahun 2014 akhirnya ditahan.

Korupsi Pengadaan Alkes Bungo, RJ Divonis Setahun Dua Bulan, Polres Bungo Masih Periksa RZ
Tribunjambi/Mareza
RJ (dua dari kiri) dan RZ (tiga dari kiri) saat memberi kesaksian dalam perkara dugaan korupsi pengadaan alkes di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (5/12/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - RJ, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan Puskesmas pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo tahun 2014 akhirnya ditahan. Penahanan itu dilakukan oleh tim penyidik Polres Bungo, Senin (15/4) sore.

Kapolres Bungo, melalui Kanit Tipikor Polres Bungo, Ipda Jalpahdi membenarkan informasi itu.

"Setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka kemarin, tersangka RJ ditangkap. Kemudian dilakukan penahanan di rutan Polres Bungo," terang Ipda Jalpahdi saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Selasa (16/4).

Sebelumnya tim penyidik menetapkan dua tersangka dalam kasus ini. Selain RJ, tim penyidik juga menetapkan RZ. Keduanya berperan sebagai rekanan dalam kasus pengadaan alkes untuk sejumlah Puskesmas di Kabupaten Bungo.

Kanit Tipikor menjelaskan, sementara penahanan baru dilakukan terhadap RJ. Sementara untuk RZ, masih menunggu proses pemeriksaan.

"Untuk tersangka RZ akan dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan sebagai tersangka. Jadwalnya belum ditentukan. Tapi yang jelas, secepatnya," ujarnya.

Baca: Jumlah TPS dan Jumlah DPT di Jambi dan Jumlah Personel Pengamanan pada Pemilu 2019

Baca: Tidak Tau Cara Memilih, Bawaslu Provinsi Jambi, Minta KPU Turun dan Sosialisasi Ulang ke SAD

Baca: Pantau Quick Count Pilpres 2019 Nikmati Diskon 50% TIX.ID, Breadtalk, J.Co, di Promo Spesial Pemilu

Baca: H-1, Puluhan Warga SAD di Merangin, Belum Terima Undangan, Ancam tak Gunakan Hak Pilih

Baca: VIRAL Video Hubungan Intim Oknum Wanita PNS Kemenag, Bongkar Kelakuan Tahun Lalu

Penetapan kedua tersangka ini merupakan pengembangan dari terdakwa Solikin yang telah disidangkan di Pengadilan Tipikor Jambi beberapa waktu lalu.

Dari fakta persidangan yang didapati sebelumnya, RJ merupakan rekanan yang membawa PT Maga Ghali Alkesindo, sedangkan RZ membawa PT Raziyan Anugrah Farma yang merupakan rekanan dalam pengadaan alkes Puskesmas pada 2014 lalu. Perbuatan mereka diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 318.189.934.

Keduanya disangkakan melanggar pasal primer Pasal 2 atau subsider Pasal 3 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Dari persidangan sebelumnya, Solikin divonis dengan pidana penjara selama satu tahun dan dua bulan dikurangi masa tahanan yang telah dijalani. Selain itu, dia juga divonis membayar denda Rp 50 juta dengan subsider satu bulan.

Vonis itu lebih ringan dari tuntutan JPU Kejari Bungo. JPU menuntutnya dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan, dan denda Rp 50 juta dengan subsider tiga bulan sebagaimana dakwaan subsider, pasal 3 Jo pasal 18 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved