Berita Kabupaten Sarolangun

Dapat Bantuan Alsintan dari APBN&APBD;, Petani di Ssarolangun Diminta Merubah Perilaku Bercocok Tana

Dapat Bantuan Alsintan dari APBN&APBD;, Petani di Ssarolangun Diminta Merubah Perilaku Bercocok Tanam

Dapat Bantuan Alsintan dari APBN&APBD;, Petani di Ssarolangun Diminta Merubah Perilaku Bercocok Tana
Tribunjambi/Wahyu
Dapat Bantuan Alsintan dari APBN & APBD Petani di Ssarolangun Diminta Merubah Perilaku Bercocok Tanam 

Dapat Bantuan Alsintan dari APBN&APBD, Petani di Ssarolangun Diminta Merubah Perilaku Bercocok Tanam

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Dinas Tanaman Pangan, Hultikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sarolangun, tahun 2019 ini mendapatkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan). Baik dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah Provinsi Jambi.

Plt Kadis TPHP Sarolangun Helmi mengatakan, bantuan alsintan dari pusat melalui APBN diantaranya berupa handtractor, pompa air, handsplayer, dan cultivator.

Baca: Dibangun Dengan Dana APBN, SMK Pertambangan Sarolangun Tak Terurus

Baca: Sinopsis Film Free State of Jones Trans TV Malam ini, Kisah Nyata Petani Pimpin Pemberontakan

Baca: Gangster Paling Brutal di Dunia, Mafia Rusia yang Tidak Gentar Jual-Beli Nyawa: Ini Kisahnya

Jumlah bantuan itu kata Helmi, bervariasi, handtractor ada 10 unit, pompa air 6 inchi sebanyak 6 unit, handsplayer ada 50 unit, dan cultivator atau bajak kecil ada 5 unit.

"Tahun 2019 ini kita mendapatkan bantuan alsintan dari APBN, sudah diserahkan secara simbolis pada beberapa waktu lalu saat kunjungan kerja dirjen perkebunan, semua kecamatan itu ada menerima bantuan itu melalui Gapoktan," katanya.

Sementara bantuan alsintan dari Pemerintah Provinsi melalui APBD berupa pompa air 4 inchi ada 25 unit, cultivator 3 unit dan ada Pomben tractor 6 unit. Tentunya bantuan tersebut juga akan disalurkan bagi para Gapoktan di Sarolangun.

"Tinggal eksekusi penerimaan barangnya dilapangan, Insya Allah dalam waktu dekat ini, akan diselesaikan karena kita tinggal menunggu kiriman barang," tuturnya.

Bantuan tersebut bilang Helmi, sesuai dengan pengajuan gapoktan melalui profosal, yang membutuhkan bantuan alsintan. Namun, tidak semua profosal bisa diakomodir karena pihaknya melakukan survey dan penilaian atas pengajuan tersebut.

"Kita lihat apakah layak atau tidak, baru kita memutuskan untuk kita berikan bantuan. Karena biasanya petani tiap mengajukan profosal, dan tentunya dilihat kalkulasi semua kelompok sudah menerima bantuan alsintan. Sehingga kalau ada profosal tentu dipelajari, khususnya apakah bantuan sebelumnya masih bisa di pakai lagi atau tidak," katanya.

Baca: Kronologi Penangkapan 2 Pelaku Mutilasi Guru Honorer Kediri, 1 Pelaku Lakukan Hal Ini saat Diciduk

Baca: Foto-foto Kepala Budi Hartanto yang Dimutilasi saat Dievakuasi, 2 Pelaku Tertangkap di Beda Tempat

Baca: Jadi Tersangka Korupsi, Dua ASN di Jambi Terancam Dipecat, Ini Kasus yang Menjeratnya

Ia berharap kedepan para petani untuk merubah mindset dan prilaku dalam bercocok tanam, sebab dari evaluasi yang dilakukan, gapoktan di masing-masing wilayah berbeda hasil produksi dalam bercocok tanam padahal bantuannya sama saja.

"Kalau kita melihat masalah pertanian, sebenarnya kalau sudah pada kelompok, ini tinggal keseriusan petani itu sendiri, mau apa tidak merubah prilaku dan pola pikir karena kita lihat dengan bantuan yang sama, posisi yang sama, kelompok ini kok beda. Mindset dan ketekunan petani itu sendiri, dalam bercocok tanam ini, maka kedepan itu harus dirubah," katanya.

Dapat Bantuan Alsintan dari APBN&APBD, Petani di Ssarolangun Diminta Merubah Perilaku Bercocok Tanam (Wahyu/Tribun Jambi)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved