Banyak Jalur Tikus, Desa Pemusiran di Tanjab Timur Rawan Penyelundupan Barang Ilegal

Jalur transportasi laut yang berada di Kecamatan Nipah Panjang termasuk kawasan rawan kriminal, karena kerap jadi jalur penyelundupan barang ilegal.

Banyak Jalur Tikus, Desa Pemusiran di Tanjab Timur Rawan Penyelundupan Barang Ilegal
Tribunjambi/Abdul Usman
Jalur tikus di Sungai Pemusiran, Desa Pemusiran, Tanjab Timur rawan terjadi penyelundupan barang ilegal. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Jalur transportasi laut yang berada di Kecamatan Nipah Panjang termasuk kawasan rawan kriminal, karena kerap jadi jalur penyelundupan barang ilegal.

Kapolsek Nipah Panjang Iptu Viktor Hamonangan, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com mengatakan, Kecamatan Nipah Panjang didominasi kawasan perairan yang memiliki banyak pelabuhan kecil bongkar muat hasil kebun maupun nelayan masyarakat.

Dimana jalur jalur tersebut berpotensi menjadi lokasi bongkar muat barang dilarang atau hasil penyelundupan, yang dilakukan oleh oknum tertentu seperti beberapa kasus yang pernah terjadi dan berhasil dibongkar.

“Keberadaan jalur tikus cukup menjadi perhatian bagi Polsek Nipah Panjang, sehingga cukup banyak dilakukan patroli gabungan dari beberapa pihak seperti Polair Nipah Panjang, TNI AL, Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP),” ujar Kapolsek.

Baca: Dugaan Pelecehan Seksual UIN STS Jambi, Rektor Mengaku Telah Serahkan Hasil Investigasi ke Kemenag

Baca: 2 Mobil yang Disita KPK dalam Kasus Korupsi Zumi Zola yang Dilelang di KPKNL Terjual Rp 60 Juta

Baca: Seminggu Pasar Keramat Tinggi Jambi Terbakar, Pedagang Bingung Mau Jualan Tak Punya Lapak

Baca: Nikmati Mangut Ikan, Sambil Duduk Lesehan di Waroeng Mbah Yoet

Baca: Ustadz Ammi Nur Baits di Jambi Besok, Ini Jadwalnya Selama di Jambi

Dari beberapa titik jalur tikus Kecamatan Nipah Panjang, ada satu  jalur tikus yang cukup menjadi perhatian, salah satunya berada pada Sungai Pemusiran, Desa Pemusiran.

Pasalnya di daerah tersebut menjadi lokasi rawan terjadinya penyelundupan dikarenakan letak geografisnya yang sulit dijangkau dan jauh dari keramaian.

“Seperti kasus baby lobster yang berhasil kita amankan di Parit Tujuh tersebut, rencananya hewan selundupan tersebut akan dibawa ke jalur tikus di Desa Pemusiran sebelum akhirnya kita amankan,” jelasnya.

Yang menjadi kendala pihaknya dalam melakukan patroli dan pengamanan diantaranya terbatasnya jumlah personel, dimana Polsek Nipah Panjang hanya berjumlah 13 orang, sedangkan berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 23 tahun 2010 terkait susunan organisasi dan tata kerja pada tingkat kepolisian resor dan kepolisian sektor menyatakan bahwa jumlah standar personel 50 orang.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved