Berita Provinsi Jambi

Nelayan Masih Menggunakan Trol, Ini Sanksi yang Diterapkan Pemerintah Provinsi Jambi

Nelayan Masih Menggunakan Trol, Ini Sanksi yang Diterapkan Pemerintah Provinsi Jambi

Nelayan Masih Menggunakan Trol, Ini Sanksi yang Diterapkan Pemerintah Provinsi Jambi
Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Dinas Perikanan Provinsi Jambi, Tema Wisman 

Nelayan Masih Menggunakan Trol, Ini Sanksi yang Diterapkan Pemerintah Provinsi Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi mengakui, saat ini masih ada nelayan yang nekat menggunakan alat tangkap trol dan pukat harimau untuk menangkap ikan di perairan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat.

Padahal penggunaan alat tangkap itu sangat dilarang, karena berdampak terhadap lingkungan dan populasi ikan di laut.

"Untuk yang di Tanjung Jabung Timur memang beberapa kali kita dapat laporan, kalau masih ada nelayan yang menggunakan Troll," kata Tema Wisman, Kepala Dinas Perikanan Provinsi saat diwawancarai Tribunjambi.com belum lama ini.

Baca: Dua Hari Menghilang di Laut, Nelayan Asal Pangkal Duri Ditemukan Mengapung tak Jauh dari Pompongnya

Baca: VIDEO: Viral! Ayah Tak Bisa Kuburkan Bayinya karena Tak Mampu Bayar Biaya Pemakaman

Baca: Viral di Media Sosial, Putra Bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep Kenakan Kaos Bergambar Prabowo, Nah Lo?

Menurutnya, nelayan yang masih menggunakan troll tersebut merupakan nelayan dari Provinsi Jambi sendiri, bukan berasal dari daerah lain.

"Kalau untuk penggunaan troll ini sendiri, kita jangan mengacu pada nelayan Kuala Enok dan sebagainya. Nelayan kita sendiri masih ada menggunakan trol," ungkapnya.

Untuk mengatasi hal itu, disebutkan Tema, wewenang pengawasan sumber daya perikanan dan kelautan berdasarkan undang-undang no 23 tahun 2014 memang ada di provinsi.

Baca: Puluhan Pasangan Muda-mudi Terjaring Razia karena Diduga akan Berbuat Mesum, Beberapa Dibawah Umur

Baca: Dibalik Kemenangan Timnas U-22 Indonesia di Piala AFF U22 2019 Masih ada Utang Rp 4,5 M, Untuk Apa?

Baca: Berpuasa Kala Perang, Marinir TNI AL Buat Geger Ajang RIMPAC, Angkatan Laut Dunia Sampai Terkejut

Rutinitas pihak Dinas Perikanan Provinsi mengadakan patroli antara 0-12 Mil dilakukan pertriwulan sekali.

"Gabungan kami. Jadi menjelang tanggal 17 ini, rutinitas kami baru satu sekali. Rencana minggu depan akan patroli lagi, dari tim pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan. Insyallah gabungan," ujarnya.

Namun diakui Tema, sejauh ini belum ada pelaku yang tertangkap oleh timnya.

Disamping itu dikatakannya, penanganan yang dilakukan memang mengedepankan pembinaan dan kesadaran masyarakat. Selama ini pihak pengawas sumber daya kelautan dan perikanan rutin melakukan pembinaan dan sosialisasi penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan.

"Tapi tidak adil rasanya, kalau sudah pembinaan kita ditegur dan sebagainya, masih juga, mungkin ada tindakan lain," sebutnya.

Untuk sanksi hukum leg spesialis Undang-undang perikanan itu sendiri disampaikan Kadis perikanan, cukup berat. Sanksi yang bisa diterima pelaku yang tertangkap berupa Pidana Denda Rp Rp 1,8 miliar dan kurungan.

"Ini kurungan, dak bisa diganti duit da," pungkasnya.

Nelayan Masih Menggunakan Trol, Ini Sanksi yang Diterapkan Pemerintah Provinsi Jambi (Zulkifli/ Tribun Jambi)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved