Dinas Kesehatan Batanghari Akui Kekurangan Tenaga Kesehatan, Hanya Satu Puskemas yang Penuhi Standar
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari dr Elfie Yannie mengatakan, masih banyak puskesmas yang kekurangan tenaga kesehatan.
Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Kepala Dinas Kesehatan Batanghari dr Elfie Yannie mengatakan, masih banyak puskesmas yang kekurangan tenaga kesehatan. Terutama puskesmas yang jauh dari pusat kota. Idealnya, setiap Puskesmas harus memiliki sembilan tenaga kesehatan.
"Kalau di Kabupaten Batanghari, dilihat dari jenis kecukupan tenaga memang masih sedikit sekali puskesmas yang mencukupi sembilan jenis tenaga tersebut," ujarnya, Senin (1/4).
Sembilan tenaga kesehatan itu, yakni mulai dari tenaga dokter, tenaga perawat, tenaga gizi, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga farmasi, tenaga laboratorim dan sebagainya.
"Namun kebanyakan puskesmas yang ada saat ini, hanya memiliki 5 jenis tenaga saja," ujarnya lagi.
Baca: Belasan Pejabat di Tanjab Barat Terancam Sanksi Berat, Gara-gara Belum Lapor Harta Kekayaan ke KPK
Baca: Terungkap, Pelaku Korupsi SMK Bagimu Negeri di Jambi Buat Stempel Palsu, Negara Rugi Rp1,1 Miliar
Baca: Diperiksa KPK di Polda Jambi, Dodi Irawan Pilih Bungkam, Tanya ke Penyidik Saja
Baca: Immadudin Akui Diperiksa KPK Bersama Pejabat Jambi, Soal Korusi APBD Provinsi Tahun 2017 dan 2018
Baca: Kembangkan Kopi Liberika di Daerah Rawa, Pemkab Tanjab Timur Mulai Kenalkan Kopi Liberica Zabak
Ia melanjutkan, untuk di Kabupaten Batanghari, puskesmas yang tenaga kesehatan yang telah mencukupi jumlahnya yaitu hanya Puskesmas Muarabulian. Sementara yang lainya belum terpenuhi.
Dia juga mengakui dalam kekurangan beberapa jenis tenaga kesehatan tersebut ada beberapa jenis tenaga kesehatan yang berlebih, seperti tenaga bidan dan tenaga perawat.
Bahkan, kata dia, terjadi penumpukan di Puskesmas Muarabulian.
"Untuk beberapa jenis tenaga yang berlebih dan menumpuk ini, ke depanya kita akan meratakan di tiap puskesmas," lanjutnya.
Ia pun menyadari, untuk memenuhi kekurangan beberapa jenis kesehatan yang terjadi cukup mengalami kesulitan. Apalagi, dengan adanya moratorium penerimaan petugas dari tenaga kesehatan.
"Namun, Kita dari daerah juga ada kebijakan meskipun itu tidak banyak. Contohnya dengan adanya pengakatan PTT. Kemudian Kita juga banyak terbantu dengan program tenaga nusantara sehat dari pusat," pungkasnya.
Baca: Kabar Gembira, 31 Tenaga Kesehatan Tidak Tetap di Muarojambi Akan Segera Terima SK CPNS
Baca: Harga Cabai dan Daging Ayam di Pasar Angso Duo Jambi Hari Ini Turun
Baca: Sebentar Lagi Kopi di Sarolangun Jambi Panen Raya, Pembinaan Minim Banyak Petani Tak Bisa Olah Kopi
Baca: Kepergok Datang ke Polda Jambi, Effendi Hatta Bantah Diperiksa KPK
Baca: Begini Kronologi Penangkapan Tiga Pengedar Sabu untuk Supir Truk di Jambi, Satu Bandar Asal Sumsel