Perkuat Kerja Sama, DPP Inkindo Jambi Tanda Tangani MOU Dengan Vendor
Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Provinsi Jambi menandatangani MoU dengan sejumlah vendor atau sponsor, yan
Penulis: andika | Editor: andika arnoldy
TRIBUNJAMBI.COM- Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Provinsi Jambi menandatangani MoU dengan sejumlah vendor atau sponsor, yang selama ini menjadi mitra mereka.
Penandatanganan kerja sama dilakukan di Kantor DPP INKINDO Provinsi Jambi, Selasa (26/3).
"Agar ada hubungan kerja sama ke depannya, merangkul para vendor harus ada pola simbiosis mutualisme, yaitu saling membutuhkan karena sifat vendor inikan meminta kepada DPP INKINDO Jambi untuk memberikan peluang atau ruang bagi mereka untuk memperkenalkan produk-produk mereka, khususnya terkait pembangunan gedung terutama produk atap dan lantai," kata Ketua DPP INKINDO Provinsi Jambi, Zulkifli Lubis.
Baca: TKN Jokowi-Maruf Ini Sebut Kesulitan Kampanyekan Keberhasilan Jokowi dalam Bentuk Angka-angka
Baca: DEBAT Panas, Rocky Gerung Vs Rhenald Kasali Soal Hoax di ILC, Saling Bantah, Edisi Senin 26 Maret
Baca: Rumah Kosong Ternyata Menjadi Praktik Aliran Sesat: Boneka Jailangkung, Kain Kafan Hingga Sesajen
Ia mengatakan, INKINDO bermitra dengan banyak vendor perusahaan manufaktur. Tapi untuk kerja sama hari ini ada beberapa saja yang melakukan MoU.
"Ini sesuai dengan arahan Pak Ketum kita Pak Peter Franz, agar kita ada kerja sama dengan sponsor," katanya.
Zulkifli mengatakan dengan kerja sama ini tujuannya juga ke depan INKINDO mengajak para vendor tersebut berkontribusi dalam pembangunan di daerah.
"Untuk pola kerja sama, kita melihat dulu kualitas dari para vendor. Kita usulkan sesuai dengan Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah di Pasal 19 Ayat 2, jika sekarang dimungkinkan untuk menyebutkan merek dagang," katanya.
Kalau ini sudah diterapkan, katanya, produk manufaktur yang berkualitas akan terseleksi dengan sendirinya, vendor juga telah menyampaikan komponen produk mereka saat INKINDO akan melakukan proses seleksi.
"Misal produk mereka bergaransi 13 tahun, memiliki mutu yang baik. Dari sisi seperti itulah yang kita lihat, sehingga kita bisa merangkul mereka jika ini yang terbaik," kata Zulkifli.
INKINDO, kata Zulkifli, dalam proses seleksi tetap mengedepankan merek dagang dari vendor yang akan dijadikan partner.
Ia mengatakan jika kerja sama dengan vendor telah berlangsung sejak tahun 2018, kerja sama ini tidak memiliki batas waktu selama kesepakatan dengan sponsor atau vendor tetap memungkinkan untuk dijalankan.
"Selama ini kita tidak ada kurun waktu, kerja sama tetap berjalan selama di jalan dan koridor yang benar. Pola kerja sama ini sudah menasional, INKINDO Jambi sudah mulai bergerak maju mengikuti perkembangan di kota-kota besar," katanya.
Ia mengatakan pembangunan di Jambi diprediksi akan terus berkembang, untuk itu perlu dijalin kemitraan dengan vendor dalam mengonsep suatu pembangunan.
"Kita juga perlu usulan dari mereka (vendor), produk mereka. Mereka inikan produk manufaktur yang menyesuaikan dengan perkembangan industri sekarang, tidak mungkin kita kembali ke belakang. Seperti material atap yang dengan segala macam jenisnya yang tahan dengan bermacam cuaca, dan disesuaikan dengan konsep estetika kearifan lokal yang dicampur dengan desain modern, sehingga meski modern tetapi tak meninggalkan sisi-sisi kedaerahannya," kata Konsultan Kontruksi yang juga menjabat Wakil Ketua LPJK Provinsi Jambi.
Senada dengan Zulkifli, Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Provinsi (DPOP) INKINDO Jambi, H Dwi Indra Jaya mengatakan vendor yang dirangkul dan diajak kerja sama tentu vendor yang beketerkaitan dangan profesi Pengurus dan Anggota INKINDO.