Advertorial

Pengabdian Helviani, Menjadi Bidan di Daerah Pelosok Selama Bertahun-tahun hingga Makin Tangguh

Pengabdian Helviani, seorang bidan di daerah pelosok selama bertahun-tahun. Berkali-kali jatuh dari sepeda motor, tetapi membuatnya makin tangguh.

Pengabdian Helviani, Menjadi Bidan di Daerah Pelosok Selama Bertahun-tahun hingga Makin Tangguh
IST
Bidan Helviani, praktik di Jalan Jeruk Rt 01, Rw 01, Kelurahan Tebo Jaya, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi 

TAK semua orang sanggup mengemban amanah di tengah keterbatasan. Tetapi tidak bagi Helviani, yang menjadi seorang bidan di daerah pelosok selama bertahun-tahun.

Pengalamannya di masa lalu yang bertumpuk pelajaran hidup menjadikannya lebih kuat menghadapi masa selanjutnya.

Dahulu sewaktu dirinya masih sekolah, dengan kondisi keterbatasan ekonomi dan orang tuanya sakit-sakitan.

Helviani berpikir menjadi bidan sangatlah mulia karena masa lalu yang sulit, baginya menolong orang yang juga sulit ekonomi juga membuatnya merasa lebih baik.

Bidan yang biasa disapa Evi ini mengikuti program bidan desa PTT (Pegawai Tidak Tetap) pada 2007.

Helviani kini mengabdi di daerah pelosok, butuh waktu sekitar dua jam perjalanan dari ibukota kabupaten.

Kini ia bertugas di Kelurahan Tebo Jaya, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo. Persisnya tempat praktik Bidan Helviani beralamat di Jalan Jeruk, RT 01,RW 01, Dusun Tebo Jaya.

Ia mengenang, ketika menjalani tugasnya sebagai bidan. Saat itu kondisi jalan yang ia lalui rusak. Alhasil, ia berkali-kali jatuh dari sepeda motor, tetapi itu tidak membuat ia menjadi trauma.

Bidan Helviani, praktik di Jalan Jeruk Rt 01, Rw 01, Kelurahan Tebo Jaya, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi
Bidan Helviani, praktik di Jalan Jeruk Rt 01, Rw 01, Kelurahan Tebo Jaya, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi (IST)

"Saya sudah memilih untuk di tempatkan di sini dan saya harus bertanggung jawab dengan pilihan saya," ujarnya.

Evi tak jarang bertemu dengan pasien-pasien yang tidak mampu membayar dengan uang.

Halaman
1234
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved