Keindahan Sulawesi Utara Dibagikan Ruthy Bambang Waskito Dalam Bukunya 'Bumi Karema'

Fotografer Rose Kampoong, yang memiliki nama asli Ruthy Bambang Waskito meluncurkan buku fotonya berjudul ‘Bumi Karema’

Keindahan Sulawesi Utara Dibagikan Ruthy Bambang Waskito Dalam Bukunya 'Bumi Karema'
Foto: Dok Rose Kampoong
Deonisya Ruthy saat mengenalkan buku foto Bumi Karema kepada Menpar Arief Yahya. (Foto: Dok Rose Kampoong) 

Keindahan Sulawesi Utara Dibagikan Ruthy Dalam Bukunya 'Bumi Karema'

TRIBUNJAMBI.COM - Fotografer Rose Kampoong, yang memiliki nama asli Ruthy Bambang Waskito meluncurkan buku fotonya berjudul ‘Bumi Karema’ pada 27 Maret 2019 malam di Hotel Borobudur.

Buku tersebut berisi kumpulan foto-foto yang diambil sendiri selama mendampingi suami menjabat menjadi Kapolda di Sulawesi Utara selama dua tahun lebih.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya pada kata pengantar buku mengatakan bahwa sangat menyambut baik lahirnya buku ‘Bumi Karema’ ini.

Karena melalui buku ini, citra positip pariwisata Sulawesi Utara bisa dilihat dan mudah dipahami.

“Buku ini lengkap, ada foto tentang marine tourism, eco tourism, adventure, heritage, religi dan wisata ziarah, art & culinary tourism, wisata perkotaan & pedesaan dan wisata olahraga,” kata Menteri Arief.

Ruthy yang sudah lama suka fotografi merasa beruntung tinggal di Sulawesi Utara, mendampingi tugas suami.

“Beruntunglah, saat mengikuti kunjungan kerja suami ke pelosok-pelosok daerah, saya berhasil menemukan keindahan dan keunikan Sulut. Setiap kali mengunjungi suatu suatu daerah, saya menyaksikan betapa indahnya pemandangan alam baik di darat maupun di dasar laut," katanya.

Lebih dari menurut Ruthy dirinya juga menemukan kekayaan dan keragaman budaya Nusantara, toleransi serta keramah-tamahan penduduk setempat.

Keterbukaan dan keramahtamahan masyarakat Sulut terasa mulai dari Kota Manado hingga Kabupaten Bolaang Mongondow.

"Saya sadar, buku ini bukanlah ensiklopedia. Namun, saya harap buku ini bisa menjadi referensi pariwisata, dan sebagai upaya pelestarian atau perlindungan alam, budaya, dan lingkungan yang ada di Sulut," katanya.

"Semoga buku ini dapat dijadikan rujukan baik warga lokal, wisatawan dari dalam negeri dan luar negeri, pelajar, dan mahasiswa, serta masyarakat umum agar bisa mengenal Sulawesi Utara dengan lebih baik," tambah Ruthy.

Ruthy mengatakan pada peluncuran buku Bumi Karema ini juga mempunyai keinginan untuk membagi sekitar 150 buku ‘Bumi Karema’ ke perpustakaan Universitas Negeri se Indonesia dan swasta terpilih serta ke perpustakaan SD, SMP, SMA/sederajat (perwakilan) se Sulut.

Supaya menambah khazanah kepustakaan buku tentang Sulut di Indonesia.

Rencana ini juga disambut baik oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid.

Hilmar mengatakan mendukung sepenuhnya usaha Ruthy untuk membukukan Sulawesi Utara ini.

Baca: Punya Aura yang Berbeda! Enam Zodiak Ini Sering Menjadi Pusat Perhatian Pria, Kamu yang Mana?

Baca: Pengumuman SNMPTN 2019 via snmptn.ac.id untuk UGM, Unair, ITS, UI, ITB, IPB, Unhas, Undip, ITS Untan

Baca: Unik! Pasangan di Bantul Ucapkan Ijab Kabul Diatas Pohon, Maharnya Baca Pancasila dan Sebuah Duren!

Baca: Link Live Streaming Timnas U-23 vs Thailand Tanpa Ezra Walian Ini Prakiraan Formasi & Susunan Pemain

Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved