PILOT Klaim Temukan Bangkai Pesawat MH370 di Belantara Kamboja: Telepon Misterius Berdering
TRIBUNJAMBI.COM - Seorang pilot mengklaim telah menemukan citra satelit pesawat Malaysia Airlines MH370
TRIBUNJAMBI.COM - Seorang pilot mengklaim telah menemukan citra satelit pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di dalam hutan Kamboja.
Hal ini tentu membawa satu titik terang dalam misteri besar hilangnya MH370.
Menggunakan Google Eart, Daniel Boyer mengklaim ada dua benda berukuran sama yang tampak seperti Boeing 777 dan kokpit.
Boyer mengatakan bahwa dirinya sendiri tidak percaya telah menemukan sebuah penampakan dan hal itu merupakan sebuah penemuan besar.
Baca: BEGINI Ekspresi Lucinta Luna yang Ditanya Soal Buku Nikah dari Pernikahannya dengan Pria Filipina
Dia mengatakan, "Pertama kokpit bisa dilihat, dan sekarang ini," katanya.
"Puing pasti perlu diselidiki," tambahnya.
Wilson mengklaim telah menemukan objek berbentuk pesawat di hutan selatan ibukota Kamboja, Phnom Penh di dalam Google Maps.
Penerbangan Malaysia Airlines MH370 menghilang pada 8 Maret 2014 dengan membawa 239 penumpang di pesawat.
Baca: Agus Berkaca-kaca Rumahnya yang Tak Layak Huni Direhab Personel TNI Program TMMD ke-104 Kerinci
Pesawat tersebut direncanakan melakukan penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing.
Pada pukul 12.14 pagi tanggal 8 Maret 2014, pesawat kehilangan kontak dekat dengan pulau Phuket di Selat Malaka.
Satu teori populer mengatakan bahwa pesawat tersebut jatuh ke Samudra Hindia tujuh jam setelah kontak terakhir dengan kontrol darat.
Baca: Sebentar ke Warung, Pulang-pulang Pria Ini Dapati Istri dan Temannya Keluar dari Kamar Mandi
Namun, jika penampakan itu nyata dan bagian-bagian pesawat telah ditemukan di Hutan Kamboja, artinya MH370 tidak menabrak laut.
Teori lain adalah bahwa pesawat itu tidak jatuh karena telepon penumpang berdering selama empat hari setelah menghilang.
Hanya dua keping puing yang dikonfirmasi pasti berasal dari MH370, yang ditemukan terdampar di garis pantai Afrika Selatan, Pulau Reunion, Mozambik dan Mauritius.
Baca: 4 Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jaringan Air Bersih di Tanjabbar Divonis Berbeda
Laporan akhir dari Malaysia tahun ini mengatakan bahwa para peneliti tidak dapat mengesampingkan kemungkinan 'campur tangan yang melanggar hukum oleh pihak ketiga'.