Diklat 40 Hari Dinilai Terlalu Mudah, Guru Harus Kuliah Satu Semester untuk Dapatkan Sertifikasi

Diklat 40 Hari Dinilai Terlalu Mudah, Guru Harus Kuliah Satu Semester untuk Dapatkan Sertifikasi

Diklat 40 Hari Dinilai Terlalu Mudah, Guru Harus Kuliah Satu Semester untuk Dapatkan Sertifikasi
TRIBUN JAMBI/ANDI PRIMA PUTRA
Para Guru sibuk mengurus sertifikasi

Diklat 40 Hari Dinilai Terlalu Mudah, Guru Harus Kuliah Satu Semester untuk Dapatkan Sertifikasi 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pemerintah pusat menilai, diklat 40 hari yang diberlakukan sejak 2016 dinilai terlalu mudah. Sehingga pada tahun 2016 ke atas mulai diterapkan pendidikan profesi guru PPG yang menjadi syarat utamanya, harus kuliah satu semester.

"Untuk berkuliah selama satu semester tersebut, sudah ditentukan oleh Kemendikbud, mana saja perguruan tinggi yang sesuai jurusan. Salah satunya kampus-kampus yang telah akreditasi A atau minimal B,” sebut Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan PTK, Meiheriansyah, kepada Tribunjambi.com Kamis (21/3/2019).

Baca: Satu Bulan Duit Sertifikasi Guru SMA/SMK Merangin Belum Dibayar, Ini Alasan Kadisdik Provinsi Jambi

Baca: 4 Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jaringan Air Bersih di Tanjabbar Divonis Berbeda

Baca: Viral Foto Puluhan Karyawati Tanpa Busana Bikin Geger, Ternyata Pelatihan dari Perusahaan Besar

Lebih lanjut dikatakannya, dengan diubahnya peraturan terkait sertifikasi tersebut, para guru harus berupaya keras untuk bisa dapat memperoleh sertifikasi. Sebab, tidak semudah seperti dulu. Sebelum mengikuti PPG mereka harus melalui seleksi pendaftaran dan tidak mudah.

"Intinya para guru harus lebih keras dan benar-benar diuji kemampuan mereka. Karena jika tidak lulus, maka sertifikasi mereka pun tidak akan diperoleh,” jelasnya.

Meiheriansyah, Kabid pendidik dan tenaga Kependidikan PTK Tanjab Timur
Meiheriansyah, Kabid pendidik dan tenaga Kependidikan PTK Tanjab Timur (tribunjambi/abdullah usman)

Untuk PPG tahun 2018 didanai dari dana APBN, sebesar 46 Persen dari peserta yang lulus tes kompetensi sebelum PPG dan 54 persen yang lulus tes seleksi akan didanai dari APBD. Seperti pada tahun 2017 lalu ada lulus 79 orang dan nomor tesnya sudah keluar pada tahun 2018 lalu.

"Nah mereka 46 persen nya didanai dari APBN dan 54 persennya dari APBD untuk yang lulus, Untuk tahun 2019 ini PPGnya sudah dimulai dan didanai APBN dan di 2020 didanai untuk APBD,” jelasnya.

Baca: Agus Berkaca-kaca Rumahnya yang Tak Layak Huni Direhab Personel TNI Program TMMD ke-104 Kerinci

Baca: Sebentar ke Warung, Pulang-pulang Pria Ini Dapati Istri dan Temannya Keluar dari Kamar Mandi

Baca: TERNYATA Alasan Ini Membuat Wanita Berfantasi Mau Berkencan dengan Pilot: Ini 5 Faktanya

Untuk tahun depan, ada 40 orang yang akan didanai APBD. Perorangannya disiapkan Rp7,5 juta. Biaya tersebut hanya untuk biaya perkuliahan saja di luar biaya tempat tinggal dan biaya hidup.

Namun sayang, untuk universitas yang ada di jambi belum ada yang sesuai standar kemendikbud hingga saat ini kebanyakan menggunakan universitas di luar Jambi seperti jogja, medan dan padang. Dilihat dari perguruan tinggi yang ada yang sesuai akreditasi A dan B serta memiliki jurusan yang lengkap.

Diklat 40 Hari Dinilai Terlalu Mudah, Guru Harus Kuliah Satu Semester untuk Dapatkan Sertifikasi (Abdullah Usman/Tribun Jambi)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved