Dugaan Pelecehan di UIN STS

Dugaan Pelecahan Seksual di Kampus UIN STS Jambi, Pihak UIN Sudah Lapor Ke Kementerian

Dugaan Pelecahan Seksual di Kampus UIN STS Jambi, Pihak UIN Sudah Lapor Ke Kementerian

Dugaan Pelecahan Seksual di Kampus UIN STS Jambi, Pihak UIN Sudah Lapor Ke Kementerian
tribunjambi/syamsul bahri
Wakil Rektor UIN STS Jambi, Hidayat 

Dugaan Pelecahan Seksual di Kampus UIN STS Jambi, Pihak UIN Sudah Lapor Ke Kementerian

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) STS Jambi, Hadri Hasan melalui Wakil Rektor II UIN STS Jambi, Hidayat, angkat bicara usai unjuk rasa yang dilakukan ratusan mahasiswa UIN STS Jambi.

Unjuk rasa yang dilakukan di depan Gedung Rektor UIN STS Jambi, Rabu pagi (20/3/2019) itu ditanggapi pihak rektorat.

Menurut Hidayat, aksi unjuk rasa tersebut, merupakan suatu yang wajar dilakukan oleh mahasiswa.

Baca: Dikawal Petugas Bersenjata Lengkap Dini Hari, 725.736 Surat Suara Tahap II, Diterima KPU Tanjabtim

Baca: Breaking News,Mahasiswa Demo, Oknum Pegawai Rektorat UIN STS Jambi, Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

Baca: Mahasiswa Lakukan Penyegelan Ruang Kerja Oknum Pelaku Pelecehan Seksual, Media Dilarang Meliput

Sedangkan terkait dengan isi dari unjuk rasa mengenai dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pejabat di rektorat UIN STS Jambi, pihaknya sudah melaporkan hal tersebut pada Kementerian.

"Tentang tuntutan mahasiswa itu wajar-wajar saja karena terjadi dugaan pelecahan seksual yang terjadi di UIN STS Jambi. Dan, pihak rektorat sudah membentuk tim, kita sudah panggil baik bentuk lisan, tulisan dan sudah di wawancarai dan hasil tim itu sudah di laporkan ke jakarta," ujar Hidayat.

Mahasiswa unjuk rasa, terkait Oknum Pegawai Rektorat UIN STS Jambi, yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual
Mahasiswa unjuk rasa, terkait Oknum Pegawai Rektorat UIN STS Jambi, yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual (tribunjambi/syamsul bahri)

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa terkait dengan tuntutan untuk memberhentikan oknum tersebut, pihak UIN STS Jambi dalam hal ini Rektor tidak bisa memberikan keputusan.

Karena menurut Hidayat, bahwa pengangkatan dan pemberhentian dengan pejabat tersebut dengan menggunak SK Menteri.

"Karena biro itu di SK kan oleh menteri, jadi rektor tidak bisa mengangkat dan memberhentikannya," katanya.

Baca: Lowongan Kerja 2019 - Ingin Kerja di Batam? PT Sat Nusapersada Terima 1000 Pegawai Selama Maret 2019

Baca: PASUKAN Elite Ini Dijuluki Srigala Pemburu, Jago Bertarung Tanpa Senjata: Misinya Menghancurkan

Baca: Pegadaian Bantu Wujudkan Mimpi, Sediakan Produk Pembiayaan untuk Berangkat Haji

Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya hanya tinggal menunggu surat keputusan dari Kementerian.

Karena dikatakan Hidayat, pihaknya sudah menyerahkan hasil investigasi yang dilakukan oleh pihaknya kepada Kementerian terkait dugaan pelecehan seksual ini.

"Makanya hasil tim investigasi sudah di kirim ke jakarta dan saat ini menunggu hasil dari jakarta. Namun pada hari ini mahasiswa menyampaikan demo dan aspirasinya dianggap adanya terjadi pelecehan seksual di kampus ini," terangnya.

Dugaan Pelecahan Seksual di Kampus UIN STS Jambi, Pihak UIN Sudah Lapor Ke Kementerian (Samsul Bahri/Tribun Jambi)

Penulis: syamsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved