Jadi Pembahasan Maruf Amin vs Sandiaga Uno, Apa Itu Stunting? Apa Beda dengan Anak Bertubuh Pendek?

stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan ia lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.

Editor: Suci Rahayu PK
Shutterstock
Jadi Pembahasan Maruf Amin vs Sandiaga Uno, Sebenarnya Apa Itu Stunting? Apa Bedanya dengan Anak Bertubuh Pendek? 

Jadi Pembahasan Maruf Amin vs Sandiaga Uno, Sebenarnya Apa Itu Stunting? Apa Bedanya dengan Anak Bertubuh Pendek?

TRIBUNJAMBI.COM - Pada momen debat calon wakil presiden (cawapres) yang dilaksanakan Minggu (17/03/2019) lalu, salah satu bahasan yang diangkat ialah tentang stunting.

Tribunjambi.com mengutip dari laman Hellosehat, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan ia lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.

Banyak yang tak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah pertumbuhan si kecil.

Baca: Diduga Dapat Ancaman Reporter yang Bongkar Kasus Seungri Menghilang hingga Pembelaan CEO Burning Sun

Baca: Foto Mesra Agnez Mo dan Jeffrey Kopchia Mendadak Viral, Balasan Foto Mesra Gisel-Wijin Go Public

Baca: Hasil Debat Pilpres 2019 Ketiga - Apa Itu Stunting? Solusi dari Cawapres Maruf Amin & Sandiaga Uno?

Apalagi, jika stunting dialami oleh anak yang masih di bawah usia 2 tahun.

Hal ini harus segera ditangani dengan segera dan tepat.

Pasalnya stunting adalah kejadian yang tak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi.

Ilustrasi anak-anak
Ilustrasi anak-anak ()

Kondisi ini disebabkan oleh tidak tercukupinya asupan gizi anak, bahkan sejak ia masih di dalam kandungan.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa 20% kejadian stunting sudah terjadi ketika bayi masih berada di dalam kandungan.

Kondisi ini diakibatkan oleh asupan ibu selama kehamilan kurang berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit.

Akhirnya, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran.

Selain itu, stunting juga bisa terjadi akibat asupan gizi saat anak masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi.

Baca: Kakek 70 Tahun Cabuli 3 Bocah SD, Terbongkar Saat Siswi SD Itu Ketahuan Merokok

Baca: Jadi Orang Super Beruntung, Ramalan Zodiak 19 Maret 2019, Banyak Kabar Gembira Hari Ini

Entah itu tidak diberikan ASI eksklusif ataupun MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas.

Berdasarkan laman Kompas.com, penyelesaian yang diusulkan antara lain ialah sumbangan susu dan aneka sumber protein.

Ada pula bahasan jika stunting perlu diselesaikan dengan cara menyeluruh, yakni dari sisi sosial, seperti sanitasi dan air bersih, sehingga perlu pula diadakan pemberian sembako dan aneka bantuan sosial lainnya.

Sementara masalah stunting di Indonesia sendiri bukan hal baru.

Di Indonesia, berdasarkan forum grup cek fakta Kompas.com, balita sangat pendek yang merupakan indikasi stunting pada usia 0 - 59 bulan mencapai 9,8%, dan balita pendek mencapai 19,8% per data tahun 2017.

Stunting merupakan kondisi anak pada usia 1000 hari pertama, di mana terjadi kekurangan nutrisi sehingga Si Kecil mengalami gangguan dalam tumbuh kembang.

Laman situs resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO) memaparkan jika stunting terjadi karena asupan nutrisi yang kurang dan infeksi berulang.

Baca: Bukan Keponakan Prabowo Subianto, Dasco Paparkan Hubungan Pembobol 50 ATM dengan Prabowo

Kurangnya stimulasi psikososial juga dapat menjadi faktor stunting.

Biasanya untuk mengetahui apakah seorang anak mengalami stunting dapat dilihat dari tinggi badannya.

Si Kecil yang tampak lebih pendek dan kurus dari teman sebayanya bisa jadi mengalami gangguan pertumbuhan atau stunting.

Namun, laman Nakita.id memuat jika stunting tak hanya terjadi pada anak bertubuh kurus.

Malah Si Kecil yang tubuhnya cenderung gemuk bisa mengalami stunting.

Ahli Gizi dari Youvit, Rachel Olsen, menjelaskan jika anak gemuk biasanya paling besar risikonya mengalami kekurangan vitamin dan mineral.

Baca: Diduga Dapat Ancaman Reporter yang Bongkar Kasus Seungri Menghilang hingga Pembelaan CEO Burning Sun

Baca: Simak Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 19 Maret 2019, Imajinasi Leo Tinggi, Aries Mulai Berkarya

Hal ini disebabkan mereka cenderung lebih banyak mengonsumsi makanan berkalori tinggi dengan kandungan nutrisi tak seimbang.

Maka untuk mengetahui pastinya Si Kecil mengalami stunting atau tidak, ibu perlu mengamati baik-baik pertumbuhannya.

Seperti kemampuan kognitif, berkomunikasi, serta kapasitas sensorik dan motoriknya.

Stunting merupakan masalah yang tak boleh diremehkan.

Sebab efeknya bisa jangka panjang, tak hanya secara fisik, tetapi juga gangguan pertumbuhan dalam berbagai aspek.

Antara lain kemampuan akademik dan kognitif yang kurang baik, produktivitas yang berkurang, bahkan penyakit kronis terkait nutrisi di masa depan.

Pencegahan stunting ini bisa dilakukan sejak dini, bahkan sebelum kehamilan.

Sebelum hamil perlu mencukupi asupan gizi, juga saat mejalani kehamilan. (NAKITA, Hellosehat)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved