Latih Dosen Pembelajaran Aktif dan Budaya Baca, Tanoto Foundation Ingin Tularkan Pada Calon Guru

Tanoto Foundation kali ini melatih pembelajaran aktif MIKiR, manajemen berbasis sekolah, dan budaya baca kepada 76 dosen Unja dan UIN.

Latih Dosen Pembelajaran Aktif dan Budaya Baca, Tanoto Foundation Ingin Tularkan Pada Calon Guru
Tribunjambi/nurlailis
Tanoto Foundation kali ini melatih pembelajaran aktif MIKiR . 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Setelah melatih lebih dari 1.145 pendidik SD/MI dan SMP/MTs, Tanoto Foundation kali ini melatih pembelajaran aktif MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi), manajemen berbasis sekolah, dan budaya baca kepada 76 dosen Universitas Jambi dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara Universitas Jambi, UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi dengan program PINTAR Tanoto Foundation.

Salah satu tujuan pelatihan adalah agar di tingkat institusi pencetak guru, pembelajaran aktif dan gerakan literasi juga massif dilakukan. Mahasiswa calon guru akan menjalani pembelajaran aktif yang ujungnya juga akan diterapkan pada siswa ketika mahasiswa tersebut telah lulus dan menjadi guru.

“Kita berharap praktik baik yang telah dilatihkan oleh Tanoto Foundation ini menyebar ke seluruh dosen kependidikan, mahasiswa dan pendidik lainnya,” ujar Dekan FKIP Universitas Jambi Rernat Asrial saat membuka pelatihan di Hotel Abadi Suite Jambi, Selasa, (12/3).

Baca: Fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation Lakukan Pendampingan ke Sekolah di Batanghari

Baca: Kenapa Ibas Kerap Pakai Lengan Panjang, SBY Blak-blakan, Singgung Isu Adanya Tato & Pakai Narkoba

Baca: Operasi Mantap Brata, Kantor KPU Sarolangun Dijaga Satu Pleton Anggota Polisi

Baca: Cuitan Iwan Fals Debat Cawapres: Lagian gimana bisa berdebat, wong Sandiaga cium tangan Ma`ruf Amin

Sementara itu, Medi Yusva, Koordinator Tanoto Foundation Provinsi Jambi  berharap para dosen bisa membuat mahasiswa yang sekarang ini kebanyakan disebut kaum millenial, merasa nyaman di kampus.

Menurutnya, ciri khas para remaja sekarang mencari suasana dan lingkungan yang membuat mereka merasa betah. Oleh karena itu, menurutnya pengembangan soft skill itu menjadi sangat penting.

“Jadi mahasiswa tidak hanya mengetahui subjek perkuliahan saja, juga bagaimana mereka terlibat dalam kegiatan yang bisa mengasah soft skill mereka seperti kolaborasi, interaksi dan komunikasi. Kerja-kerja yang banyak melibatkan aktivitas bersama akan lebih membuat mereka nyaman sekaligus meningkatkan soft skill mereka,” ujarnya.

Ia mengatakan soft skill seperti kemampuan bekerja sama sangat penting dimiliki mahasiswa karena di dalam dunia kerja yang dibutuhkan adalah kerja sama tim.

“Jadi kurikulum yang dibangun semestinya adalah kurikulum yang mampu mendorong terasahnya soft skill seperti itu,” tukasnya.

Baca: Pelatihan Isi SPT Tahunan 2018 Sampai Mahir di Tribun Jambi, Bersertifikat, Tanggal 16 Maret 2019

Baca: Rawan Terjadi Korupsi, Manajemen Aset di Jambi Masih Rendah

Baca: VIDEO Viral Prabowo Bentak Aparat Viral di Twitter, Begini Penjelasan Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved