Banyak Pangkalan Jual Gas Melon Tidak Sesuai HET di Kabupaten Batanghari

Sejauh ini penyaluran dan harga gas elpiji bersubsidi tabung berukuran 3 Kg di Kabupaten Batanghari, belum sesuai ketentuan.

Banyak Pangkalan Jual Gas Melon Tidak Sesuai HET di Kabupaten Batanghari
tribunjambi/rohmayana
Ilustrasi. Warga antre membeli gas melon 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Sejauh ini penyaluran dan harga gas elpiji bersubsidi tabung berukuran 3 Kg di Kabupaten Batanghari, belum sesuai ketentuan.

Sebab, dari pengawasan di lapangan masih banyak pangkalan nakal yang menjual gas melon diatas harga eceran tertinggi (HET).

Normalnya, harga gas elpiji tabung 3 Kg ini yakni Rp17 ribu. Namun, harga jual di pangkalan bisa mencapai paling tinggi Rp30 ribu. Ini disampaikan langsung oleh Saiful, Kabag Ekonomi Pembangunan Setda Kabupaten Batanghari.

Baca: Warga Puri Mayang Digerebek Gara-gara Jualan Gas Melon, Purwanto: Saya Tidak Cari Kaya

Baca: Masih Ingat Lidya Pratiwi? Saat Masuk Penjara Usia 19 Tahun, Lalu Keluar 30 Tahun, Ini Kabar Darinya

Baca: Akun FB Andhre Marozz Diburu Karena Hina Prajurit Kopassus yang Gugur Lawan KKB Berhadiah Rp1 Miliar

"Hingga saat ini, penyaluran dan harga gas tidak benar. Malah pangkalan menjual gas melon di atas Rp 17 ribu," sebutnya, saat dikonfirmasi, Selasa (12/3/2019).

Saiful menyebutkan, sebaran pangkalan di Kabupaten Batanghari sendiri yaitu sebanyak 128 pangkalan gas. Rerata pangkalan mempunyai HET yang berbeda-beda.

Ditambah, dari ratusan pangkalan gas itu, jumlah sebaran gas melon pun juga tak merata sesuai jumlah penduduk miskin yang tercatat ada 22.119 kepala keluarga (KK).

"Terkadang ada pangkalan untuk daerah A menjual gas ke daerah B dengan alasan harga jual yang tinggi. Sehingga kekurangan," katanya lagi.

Dia juga 0menuturkan, pihak pemkab tidak punya wewenang untuk melakukan penindakan terhadap pangkalan-pangkalan gas yang nakal.

"Ini wewenangnya pihak dari PT Pertamina selaku agen. Karena pangkalan memiliki keterikatan kontrak dengannya. Namun, sejauh ini tidak ada tindakan," ujarnya.

Baca: Kamis, 21 Maret 2019 Ada Fenomena Ekuinoks Maret, Apa Itu? Kenapa Bisa Terjadi & Apa Istimewanya?

Baca: Suku Korowai Papua Percaya Memakan Daging Manusia Akan Membunuh Penyihir Khakhua

Baca: Download Lagu MP3 Dangdut Terpopuler Maret 2019, dari Nella Kharisma Hingga Via Vallen, Lengkap

Saiful menambahakan, kuota gas 3 kg di Kabupaten Batanghari untuk 2019 ini yakni 7.492,9 Metrik Ton (MT). Ini meningkat sebesar 8,85 persen dibanding kuota tahun 2018 sebesar 6.884 MT.

"Kenaikan kuota itu sesuai dengan ketentuan usulan tersebut dengan mempertimbangkan jumlah (KK) miskin dan perkembangan jumlah UMKM di Kabupaten Batanghari," katanya.

Baca: Download Lagu MP3 Pop Indonesia Terpopuler Maret 2019, Ada Marion Jola Hingga Potret, Gudang Lagu

Baca: Pilih! Daftar 110 Perusahaan BUMN yang Buka Lowongan Kerja, Tutup Pendaftaran 17 Maret 2019

Baca: Sudah Diteken Jokowi, Gaji Perangkat Desa Akhirnya Setara PNS Golongan IIA, Berapa Besarannya?

Untuk diketahui, kebutuhan gas elpiji 3 kg pada 2019 ini berjumlah 7.492 metrik ton atau ekuivalen dengan 2.497.632 tabung gas ukuran 3 kg. Kebutuhan tersebut berdasarkan kebutuhan dari per kecamatan.

Di Kecamatan Muarabulian, kebutuhannya pada 2019 sebanyak 522.000 tabung, Kecamatan Pemayung 398.016 tabung, Kecamatan Bajubang 288.384 tabung, di Kecamatan Maro Sebo Ilir 112.368 tabung ,Kecamatan Muara Tembesi 333.120 tabung, Bathin XXIV 194.112 tabung, Mersam 165.744 tabung dan Kecamatan Maro Sebo Ulu 264.048 tabung. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved