Divonis 3 Tahun Penjara, Heriyah, Terdakwa Kasus PAUD Percontohan PKBM, Pikir-pikir

Heriyah, terdakwa kasus dugaan korupsi dana insentif guru PAUD percontohan PKBM CBC 2014 -2016, divonis 3 tahun penjara.

Divonis 3 Tahun Penjara, Heriyah, Terdakwa Kasus PAUD Percontohan PKBM, Pikir-pikir
Tribunjambi/jaka HB
Terdakwa Herliyah, divonis 3 tahun penjara, dalam perkara dugaan korupsi Dana PAUD Percontohan 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB

TRIBUNJABI.COM, JAMBI - Heriyah, terdakwa kasus dugaan korupsi dana insentif guru PAUD percontohan PKBM CBC 2014 -2016, divonis 3 tahun penjara.

Dedi Muchti Nugroho, Ketua majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jambi, Senin (4/3/2019) mengatakan, selain 3 tahun penjara, terdakwa juga dikenakan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan.

"Bila tidak dibayar satu bulan putusan tetap, maka akan diganti 4 bulan penjara," ujarnya.

Baca: Kemensos Buka Hampir 1.000 Lowongan Kerja Untuk D3 & S1, Berakhir 8 Maret, Ini Syarat & Link Daftar

Baca: Syarat Berat Jadi Istri TNI, 5 Artis Ini Sudah Melaluinya, Satu Diantaranya Jalani Tes Keperawanan

Baca: 50 Persen Jalan Poros di Kabupaten Muarojambi Rusak, PU Alokasikan Dana Rp75 Miliar

Dengan vonis majelis hakim tersebut, terdakwa mengatakan akan pikir-pikir.

Menurut majelis hakim yang dipimpin Dedy Muchti Nugroho, terdakwa Heriyah terbukti melakukan tindak pidana korupsi, yakni melanggar pasal 3 junto pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 junto/, pasal 55 KUHP.

"Selain itu membebankan kepada terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 1.68 miliar. Dengan ketentuan apabila tidak dibayar satu bulan setelah putusan tetap, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang oleh jaksa. Namun jika tidak mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama 4 bulan," sebut majelis hakim dalam putusannya.

Baca: Ani Yudhoyono Mendapat Donor Sumsum Tulang Belakang, Inilah Profil Pramono Edhi Si Pendonor

Baca: Jimat Sakti Jenderal Soedirman yang Buat Belanda Kalang Kabut, Bisa Buat Awan Menghitam dan Petir

Baca: KPK Ancam Naikkan Kasus ke Penindakan, Jika Ada Kepala Daerah yang Miliki Kekayaan yang Tidak Wajar

Dalam kasus ini sebelumnya Heriyah dituntut oleh jpu dengan pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan. Menurut jaksa, kerugian negara muncul setelah terdakwa Heriyah diduga memotong gaji honorer guru, dan memalsukan tanda tangan guru.

Hal tersebut dilakukan selama bertahun tahun lamanya. Bahkan uang yang dicairkan digunakan terdakwa untuk keperluan sehari hari.(*)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved