Kemampuan Mengerikan Tatang Koswara Sniper Legendaris TNI yang Dilatih Kopassus, Pas Kepala Korban
Sniper, atau penembak runduk, merupakan seorang prajurit yang secara khusus terlatih untuk mempunyai kemampuan membunuh musuh
TRIBUNJAMBI.COM - Sniper, atau penembak runduk, merupakan seorang prajurit yang secara khusus terlatih untuk mempunyai kemampuan membunuh musuh secara tersembunyi dari jarak jauh dengan menggunakan senapan.
Kemampuan menembak, observasi, bersembunyi dan menyusup ke dalam markas lawan menjadi kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang sniper.
Dalam beberapa tahun belakangan, ada beberapa sniper yang dianggap sebagai sniper terbaik di dunia.
Simo Haya, Chris Kyle juga ada nama penembak sniper Rusia Vasily Zaytsev.
Di Indonesia muncul nama Peltu (Purn) Tatang Koswara yang merupakan satu diantara penembak runduk legendaris. Almarhum Tatang Koswara merupakan veteran perang Timor Timur.
Ia ditugaskan dalam misi tempur satu diantara tugasnya adalah memburu pimpinan tertinggi Fretilin saat itu (1975), Nicalau Lobato.
Sebagai sasaran paling potensial yang bernilai tinggi, Tatang melaksanakan perburuan total terhadap orang nomor satu Fretilin ini secara maksimal.
Kadang operasi perburuan Lobato sampai menggunakan helikopter.
Baca: Cantik dan Mematikan, Kisah Sniper 19 Tahun yang Renggut 59 Nyawa, Pahlawan yang Cintanya Ditolak
Tak hanya Pak Tatang yang ditugaskan secara khusus untuk memburu Lobato, tim dari Pasukan Khusus TNI yang saat itu dipimpin Kapten Prabowo Subianto juga turut diterjunkan dalam operasi tempur bersandi Operasi Nanggala 28 .
Butuh perjuangan keras untuk memburu Lobato karena tokoh nomor satu Fretilin itu dijaga secara berlapis.
Dalam pertempuran sengit untuk mengejar Lobato, Tatang bahkan tertembak di betis kaki kirinya.
Tapi setelah membebat luka tembak dengan bendera merah putih seukuran sapu tangan yang selalu dibawanya, Tatang tetap melanjutkan pertempuran.
‘’Seorang sniper sejati sebenarnya yang bertempur hingga gugur di medan perang. Tapi saya bersyukur bisa selamat dari medan perang dan bisa pulang serta bercerita mengenai pengalaman tempur saya,’’ kata Tatang seperti dilansir dari Intisari.
Latihan di Pusat Pendidikan Kopassus
Ketika konflik bersenjata di Timor-Timur makin merugikan pasukan TNI, Tatang yang saat itu sudah selesai mengikuti pendidikan sniper dan kursus antiteror yang diselenggarakan oleh personel pasukan Baret Hijau militer AS (Green Beret) di Pusat Pendidikan Kopassus Batu Jajar, Bandung dengan hasil memuaskan benar-benar telah tercetak sebagai prajurit sniper yang siap tempur.