3 Tahun Terakhir, Kasus Karhutlah di Tanjab Timur Meningkat, BPBD Petakan Kecamatan Rawan Karhutla

Dikatakannya pula, dari data tiga tahun terakhir, kasus Karhutla di Tanjab Timur setiap tahunnya mengalami peningkatan.

3 Tahun Terakhir, Kasus Karhutlah di Tanjab Timur Meningkat, BPBD Petakan Kecamatan Rawan Karhutla
tribunjambi/abdullah usman
Peta kawasan yang berpotensi terjadi Karhutla di Kabupaten Tanjab Timur 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), memetakan daerah rawan terjadinya kebakaran lahan dan hutan (Karhutla).

Dari 11 Kecamatan di Kabupaten Tanjab Timur, BPBD mencatat terdapat ada delapan kecamatan yang masuk kategori rawan terjadinya Karhutla.

Baca: Meski Curah Hujan Tinggi, Potensi Karhutla di Tanjab Timur Masih Bisa Terjadi, BPBD Tetap Waspada

Baca: Perwira Kopassus Berdoa, Minum Air Aneh Suguhan Warga Sambil Tahan Napas karena Rasa Hormat

Baca: Remaja Mesum Masal di Bekas Kantor Dinas, Begini Nasib Mereka Setelah Tertangkap Petugas

Titik rawan Karhutla di Tanjab timur, di delapan kecamatan tersebut yang berpotensi, namun ada beberapa kecamatan yang berpotensi terjadi Karhutlah lebih tinggi, yakni Kecamatan Mendahara ulu, Berbak, Sadu dan Geragai.

"Yang paling tinggi kasus kebakaran hutan dan lahan berada di Kecamatan Sadu dan Berbak. Karena wilayah-wilayah tersebut memiliki kandungan gambut yang tinggi dan wilayah yang sangat luas," jelas Pelaksana Tugas BPBD Tanjab Timur, Jakfar.

Dikatakannya pula, dari data tiga tahun terakhir, kasus Karhutla di Tanjab Timur setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Baca: 3 Kepala Daerah di Jambi, Hari Ini Sampaikan Laporan Kekayaannya, Ini Kata Jubir KPK

Baca: Jadwal All England 2019, Pebulu Tangkis Indonesia Berlaga di Turnamen Legendaris

Baca: Tak Sadar Laptop Tersambung Projector, Oknum Guru Ketahuan Nonton Blue Film

Pada tahun 2016 lalu terjadi kebakaran sebanyak 2,5 hektare, 2017 ada 46 hektare, 2018 ada 59 hektar. Sedangkan di 2019 masih nihil. Masing- masing kejadian berpencar ada yang besar dan ada pula yang skala kecil. Kebanyakan terjadi dilahan masyarakat dan belukar untuk koorporasi tidak ada kasus.

"Kita upayakan untuk menekan angka kebakaran lahan hingga sekecil- kecilnya," tegasnya. (*)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved