Akibat Minum Air Mentah, Pria Ini Batuk Darah 2 Bulan, Hewan Ini Bersarang di Tenggorokannya
Pasien bernama Li tersebut padahal telah berulang kali memeriksakan tenggorokannya yang gatal dan batuk berdarah.
Akibat Minum Air Mentah, Pria Ini Batuk Darah 2 Bulan, Hewan Ini Bersarang di Tenggorokannya
TRIBUNJAMBI.COM - Seorang pria asal China mengalami batuk berdarah selama dua bulan.
Pasien bernama Li tersebut padahal telah berulang kali memeriksakan tenggorokannya yang gatal dan batuk berdarah.
Akan tetapi berulang kali diagnosis medis tak memuaskannya.
Mengutip Mirror, Selasa (26/2) misteri di balik batuk kronis pria berusia 60 tahun yang menyakitkan itu akhirnya terpecahkan ketika ia mendatangi dokter spesialis di Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Cina Kabupaten Xingwen di kota Yibin, China.

Pria bernama Li ini mengalami batuk berdarah selama dua bulan, lihat apa yang dokter temukan
Dokter spesialis bernama Zhang Dadong lantas melakukan endoskopi pada Li.
Dokter awalnya tak mendapati sesuatu yang aneh di tenggorokan Li.
Baca: Kasus Pelanggaran Pemilu, Caleg Rahmat Derita, Dihentikan, Ini Alasan Jaksa
Baca: Pimpin Upacara Pembukaan TMMD Ke 104, Ini yang Disampaikan Wako AJB
Baca: Bocah Kelas 3 SD di Semurup, Terjatuh dan Tenggelam di Sungai Batang Merao, Kerinci
Tenggorokan pasien sehat-sehat saja bahkan tak ada gejala kanker, infeksi dan sebagainya.
Namun mata dokter segera terbelalak ketika mendapati adanya sesuatu yang bergerak di dalam tenggorokan Li.
Dokter menemukan lintah hitam gemuk yang hidup di dinding tenggorokannya.

Lintah di tenggorokan Li sepanjang 10 cm
Hewan licin itu terbukti sulit untuk diambil, jadi dia meminta bantuan rekan-rekannya yang berhasil membius lintah menggunakan obat penenang aerosol.
Dokter kemudian menarik lintah pelan-pelan menggunakan sepasang tang.
Dengan sabar dokter berhasil mengambil lintah tersebut yang menyebabkan Li batuk berdarah.

Lintah ditemukan di tenggorokan Li
Li, yang berasal dari kota pedesaan Daba, diyakini telah menelan telur lintah setelah minum air mentah.
Larva menetas di tenggorokannya dan menghisap darahnya selama dua bulan, bertambah besar sampai tumbuh 10 cm.