Ini 7 Aliran Keagamaan yang Diawasi Tim Pakem Sarolangun, Satu Diantaranya Sudah Dilarang

"Dilingkungan Islam, sampai hari ini kita pantau, aliran itu tetap berjalan. Asma allah, kita masih menunggu koordinasi dengan kejaksaan,"

Ini 7 Aliran Keagamaan yang Diawasi Tim Pakem Sarolangun, Satu Diantaranya Sudah Dilarang
tribunjambi/wahyu
Ketua MUI Sarolangun, Maryadi Syarif 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Tim pengawasan aliran kepercayaan masyarakat (Pakem) Kabupaten Sarolangun, terus meningkatkan koordinasi dalam melakukan pengawasan terhadap kegiatan atau aktivitas aliran kepercayaan yang ada di Kabupaten Sarolangun.

Berdasarkan data yang di rangkum, aliran kepercayaan atau keagamaan yang saat ini diawasi oleh tim Pakem Sarolangun, yakni Ahmadiyah, Thariqat Naqsabandiyah, Thariqat Hasimi, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Asma Allah, Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA), dan Salafi (Wahabi).

Kepala Kantor Kesbangpol, Solahuddin Nopri mengatkan, dalam pengawasan terhadap aliran tersebut, tim pakem Kabupaten Sarolangun akan memberikan pengarahan supaya tidak mengganggu kenyamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Baca: VIDEO: Cara Left Grup Whatsapp Tanpa Ketahuan, Ikuti 4 Langkah-langkah Ini

Baca: Jadwal Laga Timnas U-22 Indonesia vs Thailand di RCTI Pada Final Piala AFF U-22 Kamboja

Baca: Jika Alami 5 Hal Ini di ATM Sebaiknya Anda Waspada, Pelaku Pengganjal ATM Ditangkap Polda Jambi

"Suatu tim koordinasi kami, pengawasan terhadap aliran kepercayaan dalam Kabupaten Sarolangun. Kita mendata ada beberapa aliran seperti ahmadiyah, tariqat naqsabandiyah, LDII, Asma Allah, ini terus kita pantau," katanya.

Katanya, pihaknya hanya melakukan pendataan dan pengawasan, sementara yang mengkaji apakah memang menyimpang dari syariat Islam (sesat, red) adalah Majlis Ulama Indonesia (MUI) melalui fatwa yang ditetapkan.

"Kita untuk membatasi atau menghentikan itu tidak bisa, karena undang-undang menjamin hak untuk agama dan kepercayaan. Yang penting tidak terjadi kegaduhan di masyarakat. Saat ini aliran keagamaan itu ada di wilayah Singkut, Sarolangun dan Pelawan," katanya.

Baca: Putri Gus Mus Komentari Neno Warisman Baca Ayat Alquran, Aduh Bacaannya Banyak yang Keliru

Baca: Polda Jambi Tangkap Dua Pelaku Ganjal ATM yang Telah Mencuri Uang Rp 300 Juta Dari Nasabah

Baca: Setelah Lakukan Tindik Hidung, Wanita Ini Menderita Penyakit yang Sangat Mengerikan

Sementara itu, Ketua MUI Sarolangun, Maryadi Syarif mengatakan, saat ini aliran keagamaan yang memang sudah dilarang, baru ada satu, yakni aliran ahmadiyah.

Menurutnya, aliran tersebut dibagi dua yakni Ahmadiyah qodiyah yakni Islam tapi syahadatnya beda, masih mengganggap nabi muhammad bukan nabi terakhir dan ahmadiyah lahor, yang tidak mengakui Nabi Muhammad.

"Yang terlarang baru ahmadiyah, lainnya masih dalam pengawasan. Ahmadiyah ada 215 jamaah di Desa Batu Putih. MUI membuat fatwa, mengenai suatu aliran sesat atau tidak, benar atau tidak. Yang sudah ada ahlinya di MUI. Kita kumpul data-data baru di kaji secara hukumnya, kalau ada penyimpangan kita rekomendasikan alirannya sesat," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved