Jelang Pilpres 2019, Hasil Survei Elektabilitas Capres, Prabowo-Sandiaga Kejar Jokowi-Ma'ruf
Pertarungan capres nomor urut satu Jokowi-Ma'ruf dan capres nomor urut dua Prabowo-Sandiaga semakin sengit.
TRIBUNJAMBI.COM- Jelang pemilihan umum Presiden bulan April mendatang, persaingan makin ketat.
Pertarungan capres nomor urut satu Jokowi-Ma'ruf dan capres nomor urut dua Prabowo-Sandiaga semakin sengit.
Apalagi dilihat hasil survei elektabilitas calon presiden dan wakil presiden yang makin kejar mengejar.
Hasil survei kali ini akan berdasarkan arus obrolan dan di media sosial.
Berdasarkan hasil analisa obrolan di media yang dikutip dari PoliticaWave.com pada Kamis 21 Februari 2019
Baca: Andrey Dolgov Menyerah di tangan TNI AL Indonesia, Buronan Dunia yang Paling Dicari di Laut
Baca: Andrey Dolgov yang 10 Tahun Rampok Ikan Indonesia Ditangkap, TNI AL Beraksi Kepung Kapal
Baca: Fachrori Umar Meluncur ke Gedung KPK, Ini Daftar Pejabat Jambi yang Berurusan dengan KPK
Perkembangan arus obrolan media sosial hingga hari ini Kamis 21 Februari 2019, pasangan Jokowi - Maruf Amin mendapatkan sentimen positif di media sosial sebanyak 723.075 suara dari sisi 'Candicate Electability .'
Sedangkan pasangan calon / Paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno meraup 604.045 sentimen suara.
Candidate electability yang dimaksudkan Politca Wave adalah indikator menampilkan posisi kandidat dalam sentimen indeks obrolan di media sosial pasca debat ke-2 Capres 2019.
"Kandidat dikatakan baik apabila memiliki sentimen indeks yang lebih be,9 sar dari kandidat lain," kata Direktur Politica Wave, Jose Rizal.
Sementara dari sisi menggugah kesadaran (share of awareness), Jokowi - Maruf Amin mendapatkan sentimen 54,7 persen suara.
Adapun Prabowo Subianto - Sandiaga Uno meraup 45,3 persen.

Survei LSI Denny JA di 6 Kantung Suara: 5 Dikuasai PDI-P, Gerindra Kuasai 1
Lingkaran Survei Indonesia atau LSI Denny JA melakukan survei terkait elektabilitas partai pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 pada enam kantung suara.
Enam kantung suara yang dimaksud terdiri dari kalangan pemilih Muslim, pemilih minoritas, pemilih milenial, pemilih perempuan termasuk "emak-emak", pemilih "wong cilik", dan pemilih terpelajar.
Survei tersebut dilakukan pada 18-25 Januari 2019, dengan melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi di Indonesia.