Kriminalitas

GEMPAR - Usai Indehoi di Hotel, Wanita Ini Dibunuh Suami Pakai Obeng

Entah apa yang dipikirkan Ratno Apriyadi (35) hingga tega menghabisi nyawa Cinta Amelia (37) yang merupakan istrinya sendiri.

Editor:
pixabay.com
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Entah apa yang dipikirkan Ratno Apriyadi (35) hingga tega menghabisi nyawa Cinta Amelia (37) yang merupakan istrinya sendiri.

Dalam reka ulang adegan perkara di Mapolsek IB 1 Palembang, Selasa (19/2/2019) dilansir Sripoku, terungkap peristiwa pembunuhan sadis tersebut.

Peristiwa dimulai saat dimulai saat kejadian Korban dan tersangka datang ke sebuah hotel yang terletak di kawasan Cinde Palembang.

kemudian keduanya memesan kamar untuk menginap.

Pasangan suami istri tersebut kerap bertengkar jika ada masalah, tak jarang keduanya terlibat adu mulut.

"Saya secara sadar membunuh istri saya karena cemburu dia selingkuh. Rumah tangga kami sering cek-cok gara-gara istri saya selingkuh," ujarnya.

Baca: Polisi Muarojambi Tiba-tiba Geruduk Pasar Sengeti, Bawa Sapu dan Kayu, Ternyata Bersih-bersih

Baca: Selain Kisah Kejujuran Hoegeng, 2 Jenderal TNI Pernah Ditilang Polisi, yang Terjadi Diluar Dugaan

Baca: Sebar Hoax Air Laut Pasang Mahasiswa Diciduk, Yuk Kenali Ciri-Ciri Berita Hoax

Usai berhubungan intim pasangan suami istri tersebut tertidur.

Alangkah kagetya, Ratno ketika terbangun melihat Cinta sedang bertelponan dengan Pria Idaman Lain (PIL).

Mengetahui suaminya terbangun, Cinta beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar Mandi.

Saat ke kamar Mandi itulah, tersangka Ratno mengecek handphone korban dan mendapati jika dirinya selama ini sudah diselingkuhi.

Niatan untuk mengakhiri hidup korban naik ke ubun-ubun.

Dengan emosi keduanya kembali terlibat cek-cok usai cinta keluar dari kamar mandi.

Diadegan ke 23 korban ditampar oleh tersangka hingga tersungkur ke kasur.

Disaat itulah korban mengeluarkan obeng yang sudah diambil sesaat setelah masuk korban. Di saat itulah korban membabi buta menghujami badan korban dengan obeng tersebut.

"Saya tusuk berulangkali lengannya, lehernya, pipinya, badannya sampai mati. Terus dia gak ada tanda-tanda hidup lagi, baru saya balikin badannya," ujar warga Dusun 1 Desa Payakabuh, indralaya utara kabupaten Ogan Ilir

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved