Abu Sayyaf Ancam Penggal Kepala Dua Warga Indonesia yang Disandera Bila Uang Tebusan Tidak Dikirim

Video yang muncul di Facebook pada 14 Februari lalu memaparkan seorang lelaki Indonesia dengan leher diancam pakai pisau

Abu Sayyaf Ancam Penggal Kepala Dua Warga Indonesia yang Disandera Bila Uang Tebusan Tidak Dikirim
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Militan Abu Sayyaf yang menjadikan nelayan Indonesia dan Malaysia sebagai sandera untuk tebusan, mengancam akan memenggal kepala semua sandera bila tebusan belum dikirimkan.

Video yang muncul di Facebook pada 14 Februari lalu memaparkan seorang lelaki Indonesia dengan leher diancam pakai pisau meminta Presiden Indonesia dan pihak berkuasa agar berunding untuk membebaskan mereka.

Video itu dinaikkan seorang pengguna facebook dengan nama Kim Hundin pada jam 5 pagi waktu setempat.

Kedua sandera dengan wajah tertutup terlihat dalam rekaman, diyakini sebagai warga Indonesia, yakni Heri Ardiansyah (19) dan Hariadin (45)

Mereka diculik bersama seorang lagi warga Malaysia bernama Jari Abdulla (24) dari kapal nelayan yang berlabuh di Sandakan, di gugus kepulauan Tawi Tawi Filipina, 5 Disember 2018.

Baca: Kisah TKI Lolos Dari Penyanderaan Kelompok Bersenjata Abu Sayyaf, Disambut Tangis Haru Keluarga

Baca: Sandera WNI, Kelompok Perompak Abu Sayyaf Pernah Akan Berurusan dengan Denjaka

Video tersebut muncul beberapa hari selepas isteri Jari Abdulla, Nadin Junianti Abdullah dihubungi anggota Abu Sayyaf yang memberitahu, mereka tidak asal menerima komunikasi dari pihak berkuasa Malaysia atau perunding untuk membicarakan mengenai pembebasan semua tawanan.

Anggota yang menghubungi dalam bahasa Melayu.

Ketika ditemui di Sandakan pada 14 Februari, Nadin menggesa pihak berkuasa Malaysia agar membebaskan suaminya segera.

Dilansir media malaysia, Bharian, wanita itu mengatakan sudah dihubungi sebanyak dua kali oleh militan tersebut. 

Sementara itu Ketua Polis Sabah, Datuk Omar Mammah mengatakan, kepolisian sedang bekerjasama dengan kepolisian di Filipina untuk membantu menyelamatkan semua tawanan.

Penulis: suang
Editor: suang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved