Takmir Masjid Keberatan Prabowo Jumatan di Masjid Agung Semarang, Begini Reaksi Jubir Prabowo-Sandi
Pimpinan Masjid Agung Semarang KH Hanief Ismail menyarankan agar Capres 02 Prabowo Subianto tak jumatan di Masjid Kauman Semarang, Jumat (15/2/2019).
TRIBUNJAMBI.COM - Pimpinan Masjid Agung Semarang KH Hanief Ismail menyarankan agar Capres 02 Prabowo Subianto tak jumatan di Masjid Kauman Semarang, Jumat (15/2/2019).
Masjid Agung Semarang biasa disebut Masjid Kauman Semarang.
Secara khusus KH Hanief mengontak mantan Komisioner Panwaslu Semarang Mohamad Ichwan dan menulis keberatannya itu.
Dia juga meminta agar diberitahukan kepada Bawaslu Kota Semarang untuk mengambil tindakan yang diperlukan.
Menurut Kiai Hanief, jumatan yang akan diadakan oleh Prabowo itu perbuatan memolitisasi ibadah salat jumat sekaligus memakai masjid untuk kepentingan politik.
Baca: Ini Jawaban Kenapa Tiba-Tiba Follower Instagram Berkurang
Baca: 46 Kata Mutiara Velentine Day Dijamin Bikin Baper
Baca: Siswa Sarolangun Kesulitan Masuk ke Laman SNMPTN 2019, Pendaftaran Diperpanjang 16 Februari 2019
“Kami para nadlir atau takmir Masjid Kauman merasa keberatan dengan rencana jumatan Prabowo tersebut.
Tolong sampaikan ke Bawaslu agar mengambil tindakan yang perlu sesuai aturan hukum," tutur Kiai Hanief yang juga Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang dalam keterangan pers kepada Tribunjateng.com, Kamis (14/2/2019).
Lebih lanjut Kiai Hanief menjelaskan, pihaknya tidak pernah mendapat surat pemberitahuan dari tim kampanye Prabowo-Sandi maupun dari partai pengusung pasangan capres-cawapres tersebut.
Maka peristiwa akan digelarnya shalat jumat oleh Prabowo dan pendukungnya di Masjid Kauman tidak melibatkan Nadlir atau Takmir Masjid.
Secara resmi maupun secara informal, pihak takmir tidak pernah menyetujui atau memberi izin.
“Kami tidak pernah memperoleh surat apa pun dari pihak Pak Prabowo atau partai pengusungnya.
Jadi kami tidak terlibat dengan rencana adanya shalat jumat capres tersebut,” tandasnya.
Baca: Hari Valentine Tiba, Ini 10 Quotes Romantis Yang Bisa Kamu Ucapkan.
Baca: Order Fiktif Ojek Online, Begini Caranya, Hasilkan Hingga Ratusan Juta Rupiah, Jangan Ditiru Ya
Baca: Dinas PUPR Tanjab Timur Berharap setelah Hibah ke Pemprov, Kondisi Jembatan Lebih Baik
Kiai Hanief menambahkan, pada prinsipnya Takmir Masjid Kauman mempersilakan siapa pun untuk shalat di masjid tersebut.
Pihak takmir membuka lebar-lebar siapa pun muslim untuk beribadah, termasuk shalat jumat.
Namun, pihak takmir keberatan apabila peristiwa shalat itu dipolitisasi.