Kenapa Ada Orang yang Tertarik Melakukan 'Jihad dengan Kekerasan'?

Ratusan, mungkin ribuan, calon jihadis menjadi bingung dan ingin pulang ke negara asal meskipun terdapat ketakutan akan ditangkap dan dipenjara.

Kenapa Ada Orang yang Tertarik Melakukan 'Jihad dengan Kekerasan'?
(RT News/AFP)
ISIS. (RT News/AFP). 

Kenapa Ada Orang yang Tertarik Melakukan 'Jihad dengan Kekerasan'?

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) telah kehilangan "kekhalifahan" yang berumur pendek di Timur Tengah.

Ratusan, mungkin ribuan, calon jihadis menjadi bingung dan ingin pulang ke negara asal meskipun terdapat ketakutan akan ditangkap dan dipenjara.

Tetapi kekhawatiran bahwa mereka akan melanjutkan tindak kekerasan tidak menghilang.

Baca: 13 Taruna Akpol Dikeluarkan dari Akademi, Kasus Penganiayaan Adik kelas Hingga Tewas

Baca: Keok dalam Perang Vietnam, AS Buang Puluhan Helikopter ke Laut: Ekonomi AS Bangkrut

Baca: Pamer Cincin Tunangan, Ini Sosok Pria Bule Kekasih Rina Nose, Rekan Sesama Artis Ramai Beri Selamat

Serangan hotel di Nairobi, Kenya, dua minggu lalu oleh kelompok militan al-Shabab pendukung al-Qaida mengingatkan kembali banyak orang tentang berbagai hal.

Banyak wilayah Afrika barat laut sekarang peka terhadap serangan kelompok garis keras di Somalia, Yaman dan Afghanistan.

Jadi apa yang membuat orang tertarik melakukan "jihad dengan kekerasan"?

Ilustrasi
Ilustrasi ()

Tekanan masyarakat

Keputusan untuk meninggalkan kehidupan biasa dengan meninggalkan keluarga dan orang-orang tercinta merupakan sesuatu yang berat.

Para perekrut "jihad dengan kekerasan" akan memainkan pemikiran mereka menjadi korban, pengorbanan dan usaha mencapai sesuatu yang lebih tinggi demi agama.

Halaman
1234
Editor: suci
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved