Hingga Kini, Ratusan Warga 3 Desa dan 1 Kelurahan yang Berunjuk Rasa, Masih Bertahan di Lahan PT BBS
"Iya, hari ini kita sudah pindah lokasi sekitar 4,5 KM dari lokasi kemarin yang pertama. Kita akan buat tenda di sini juga dan akan tidur di sini,"
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Deni Satria Budi
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Warga satu kelurahan di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi, masih melakukan aksi unjuk rasa di lahan perusahaan kelapa sawit milik PT Bukit Bintang Sawit (BBS) yang berada di Kecamatan Kumpeh Ilir.
Kali ini masyarakat yang berasal dari Desa Seponjen, Sogo, Tanjung dan Pulau Tigo, beranjak pindah dari lokasi sebelumnya.
Antoni, koordinator umum aksi unjuk rasa, saat di konfirmasi melalui telepon seluler, Rabu siang (13/2/2019) mengatakan, pihaknya beralih sekitar 4,5 KM dari lokasi pertama.
Baca: Kepsek SMK 2 Kerinci, Didemo Puluhan Siswanya, Dianggap tak Mampu Memimpin
Baca: Ketika Pasukan Elit Bersatu Tanpa Kompromi 20 Menit Hancurkan Teroris, Begini Aksinya
Baca: Petani Bawang yang Curhat Dengan Sandiaga Ternyata Mantan Anggota KPU, Begini Ceritanya
"Iya, hari ini kita sudah pindah lokasi sekitar 4,5 KM dari lokasi kemarin yang pertama. Kita akan buat tenda di sini juga dan akan tidur di sini," sebut Antoni.
Ia menambahkan bahwa lokasi saat ini yang mereka duduki merupakan akses utama perusahaan dalam pelaksanaan mobilitas perusahaan. Hal inilah yang menjadi tujuan masyarakat menduduki lokasi tersebut, agar untuk sementara tidak ada lagi kegiatan di perusahaan.
"Karena ini lokasi akses utama perusahaan, jadi tujuan kita untuk menghambat aktifitas perusahaan, jadi seluruhnya produksi untuk sementara di hentikan," sebutnya.
Baca: Hanya Ada Empat di Dunia, Cawan Chenghua Laku Lelang Rp 50 Miliar: Diincar Kolektor
Baca: Ani Yudhoyono Sakit Kanker, Ini 5 Fakta Kompaknya Keluarga Besar SBY Dampingi Ani Yudhoyono
Baca: Bioskop Trans TV - Sinopsis Film John Wick, Saat Keanu Reeves Balas Dendam Pembunuh Anjingnya
Sementara itu, saat ditanya apakah sampai saat ini ada respon dari pihak perusahaan, Antoni mengatakan bahwa sampai saat ini pihak dari perusahaan tidak ada satupun yang menemui mereka.
"Sampai saat ini belum ada. Jadi kita pindah ini semuanya pindah, keseluruhannya lebih 500an orang, laki-laki, tua muda, anak-anak ikut di sini. Untuk logistik, alhamdulillah sampai saat ini lancar," terangnya.
Ia mengatakan bahwa pihaknya masih tetap bertahan di lokasi sampai dengan tuntutan mereka di penuhi. Ia berharap kepada pemerintah daerah, memberi perhatian terhadap masyarakat yang kini sedang berjuang menuntut haknya.
Baca: Hobi Bikin Puisi, Ini 4 Puisi Fadli Zon yang Tuai Kontroversi, Doa yang Tertukar hingga Sontoloyo
Baca: Ani Yudhoyono Sakit, Annisa Pohan Pernah Beberkan Gimana 13 Tahun Ia Diperlakukan oleh Ibu Mertua
Baca: Isi Surat Ibu yang Bunuh Diri Mengajak Anaknya, Jessy Merasa Mengecewakan Puteranya
"Tuntutan kita tetap sama, harapan kita sama dan kita minta pemerintah untuk cepat dan bertindak tegas," tuturnya.
Sementara itu, Kapolres Muarojambi, AKBP Mardiono saat di konfirmasi mengenai unjuk rasa tersebut mengatakan, pihaknya masih tetap melakukan pengamanan di lokasi aksi unjuk rasa tersebut.
"Dari polres masih melakukan pengamanan di lokasi. Untuk masalah penanganan nanti di Timdu kabupaten," ucapnya.(*)