VIDEO: Kenalkan Kehidupan Luar, Komunitas SEAD Jambi Ajak Anak SAD Jalan-jalan
Kedinginan berada di ruang ber AC, begitulah yang dirasakan Baim (14) saat pertama kali memasuki Toko Buku Gramedia, Jambi.
Penulis: haniftribun | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kedinginan berada di ruang ber AC, begitulah yang dirasakan Baim (14) saat pertama kali memasuki Toko Buku Gramedia, Jambi.
Cuaca Kota Jambi yang diguyur hujan pada Minggu (10/2) , tidak menyurutkan semangat Baim bersama 12 orang temannya untuk berjalan-jalan ke tempat wisata dan pendidikan di Jambi. Salah satu tempat yang mereka kunjungi adalah kebun binatang Taman Rimba dan toko buku Gramedia.
Di toko buku Gramedia, Baim dan teman-temanya, disambut oleh para karyawan toko buku itu, lalu diajak bermain Puzzle, mendengarkan dongeng, serta berkeliling melihat buku-buku dan apa saja yang dijual di sana.
Anak-anak Suku Anak Dalam itu tampak antusias dan senang bisa datang ke toko buku terbesar di Jambi tersebut. Satu per satu dari mereka berani tampil untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan cita-citanya.
Baim merupakan satu di antara bocah Suku Anak Dalam (SAD) binaan komunitas Sobat Eksplorasi Anak Dalam (SEAD) Jambi, yang ikut dalam program kegiatan Pesiar yang dilakukan komunitas itu.
Ini merupakan pertama kalinya Baim bersama kawan-kawanya keluar dan berjalan-jalan ke Kota Jambi, dari tempat tinggalnya di hutan Muara Medak, di daerah perbatasan Muaro Jambi dan Sumatera Selatan.
"Senang, bisa jalan-jalan, tadi nengo' rimau, monyet. Terus ke sini aku lihat banyak buku kantoran," sebut Baim.
Ia menceritakan, bagaimana keseruan perjalannya dari dalam hutan yang menempuh jalan cukup jauh dan bergonta ganti kendaraan. "Dari awal naik ketek dulu, baru jalan kaki, baru naik mobil carry," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu tim pengajar Sead Jambi, Reny Ayu Wulandari saat diwawancarai Tribunjambi.com, menceritakan kegiatan itu mereka beri nama Pesiar.
Baca: Kasus Suap Ketok Palu, Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Jambi Diperiksa KPK di Mapolda Jambi
Baca: Fachrori Umar Akan Dilantik Jadi Gubernur Jambi, Ini Jadwalnya
Baca: Menghidupi Istri dan Dua Anak, Harmoko Berharap Dapat Bantuan Kaki Palsu Agar Bisa Bekerja
Baca: 23 Anggota DPRD Provinsi Jambi Akan Diperiksa KPK Mulai Besok
Tujuannya adalah untuk mengenalkan anak-anak SAD akan dunia pendidikan di luar. Agar mereka tahu bahwa seperti apa kehidupan di luar, tidak hanya di hutan saja. Kegiatan ini digelar selama tiga hari dua malam.
"Jadi anak-anak malam ini nginap di Jambi. Tadi sudah pergi ke kebun binatang, dan sekarang ke Gramedia. Malam ini akan ke tugu keris, dan besok kita akan mendatangi sekolah formal yaitu Nurul Ilmi anak-anak akan ikut upacara di sana, siangnya ke Museum Siginjai lalu sorenya ke Gentala Arasy," ujar Reny.
Reny mengungkapkan bagaimana ekspresi anak-anak binaannya itu yang pertama kali menyaksikan kehidupan di kota.
"Sesuai dengan ekspektasi, pastinya mereka culture shock banget, karena mereka biasanya kan di hutan, apalagi nanti malam, malamkan mereka biasanya gelap gulita, ini terang menderang pasti shock banget. Jadi ini untuk membiasakan mereka," beber Reny.
Selain itu, ia juga menceritakan bagaiman perjuanganya untuk memajukan pendidikan anak suku anak dalam itu. Hingga kini anak-anak itu sudah bisa tulis baca, dan ditargetkan tahun ini sudah ada yang bisa mengikuti Ujian Nasional Paket A.
Dilain pihak, manajemen toko buku Gramedia menyambut baik kedatangan anak-anak SAD tersebut. Ini merupakan bentuk kepedulian Gramedia terhadap pendidikan anak-anak khususnya kepada SAD yang hadir pada hari ini.
"Kita turut memfasilitasi, untuk menghibur mereka. Lagi pula kan kita mengenal mereka hanya sedikit mengetahui mengenal tentang buku, tentang pelajaran. Dengan hadir ke sini mereka bisa lebih banyak mengenal mengenai literasi," sebut, Edison, Supervisor Gramedia.