Demi Istri dan Dua Anaknya, Harmoko Andalkan Kaki Palsu untuk Bertahan Hidup
Kaki kiri Harmoko harus diamputasi, akibat kecelakaan mobil yang dialaminya empat tahun silam.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI- Harmoko (30) warga RT 05 Desa Pematang Pulai, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Pasalnya akibat kecelakaan mobil yang dialaminya empat tahun silam, kaki kirinya harus diamputasi.
"Awal dulu kan sayo ikut orang nebang-nebang kayu, nah pergi nak nebang tu naek lah sayo mobil PS duduk di bak nyo, kecelakaan mobil tadi tu, sayo kejepit mobil, itu lah kaki sayo diamputasi," sebutnya, Senin (11/2)
Kini dalam menjalani kehidupan sehari-harinya Ia hanya mengandalkan satu kaki kanannya saja. Ia menceritakan bahwa dulu Ia pernah mendapatkan bantuan kaki palsu dari Kick Andy. Namun alih-alih dapat bantuan kaki palsu gratis Harmoko malah dimintai sejumlah uang oleh seseorang yang mengurus bantuan kaki palsu itu.
"Dulu ada bantuan dari Kick Andy, tapi itu ternyato dak gratis, kami bayar lah Rp 1,3 juta. Itu pun bantuan sudah empat tahun lalu," sebutnya.
Baca: Ngaku dari Polres, Seorang Pria Todongkan Senpi ke Supir Pengangkut Ikan, Uang Rp 6,1 Juta Raib
Baca: Jadi Tersangka, Muhammadiyah Mundur dari Kursi DPRD, Ini Sosok Perempuan Penggantinya
Baca: Pimpinan Hingga Anggota DPRD Provinsi Jambi Akan Diperiksa KPK, Ini Jadwalnya
Baca: 23 Anggota DPRD Provinsi Jambi Akan Diperiksa KPK Besok, Salah Satunya Istri Plt.Gubernur Jambi
Baca: Segini Gaji Wakil Ketua DPRD Merangin yang Ditahan Sekwan, Jumlahnya Capai Ratusan Juta
Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa saat ini kaki palsu bantuan tersebut sudah tidak layak lagi untuk digunakan. Namun, karena tidak ada biaya dan bantuan dari pihak pemerintah, Ia hanya bisa memperbaiki kondisi kaki palsu tersebut.
"Kalo nak beli kami dak ado duit, kemarin ado nanyo, katonyo Rp 6 juta hargonyo. Dari desa, kecamatan, sampe lah kabupaten sampe sekarang dak ado jugo," ucapnya.
Ia manambahkan bahwa kondisi kaki palsu yang sudah usang tersebut membuatnya kesakitan tiap kali Ia berjalan, terlebih lagi saat Ia bekerja. Harmoko tetap bekerja untuk menghidupi istri dan dua orang anaknya.
"Kalo bejalan yo raso sakit itu ado. Mau dak mau lah, rusak kito baiki. Tengok lah sekarang, semuanyo lah betambat (ikat) karet ban, biak pas di kaki, biak dak lepas, karena memang dak ado pilihan lagi, nak beli mahal dak ado duet, apo yang ado lah," terangnya.
"Sekarang masih lah buruh serabutan, kadang ikut orang nebang kayu. Apo lah yang biso dikerjokan sayo kerjokan. Nak kek mano lagi kan, sudah nasib kek gini," sambungnya.
Ia menambahkan bahwa sempat diberi bantuan oleh tetangganya kaki palsu bekas. Namun, karena ukurannya tidak sama dengan panjang kakinya, bantuan tersebut tidak bisa digunakan.
"Ado dikasih tetanggo, keluargonyo udah ninggal, kakinyo diamputasi jugo. Tapi dak samo panjangnyo, jadi dak biso dipakek," ucapnya.
Lebih lanjut, dengan kondisi yang serba keterbatasan, membuat Harmoko hanya berharap kepada pemerintah atau orang yang berkenan untuk memberikan bantuan. Menurut Harmoko, Ia tidak sangup jika harus membeli dengan uang sendiri, sedangkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja dirasa sulit.
"Sayo berharap ado perhatian dari pemerintah dan pihak terkait, supaya sayo biso mendapatkan bantuan kaki palsu yang layak digunakan untuk dapat bekerja lagi," harapnya.
Baca: Ini Alasan Albie, Dokter Ahli di Kota Jambi yang Pilih Mundur Jadi PNS
Baca: Pertama di Jambi, Tanjab Barat Akan Punya Wisata Hutan Mangrove
Baca: Rekrutmen P3K, BPKPSDM Merangin Tunggu Intruksi Bupati
Baca: Hati-hati! Tiga Warga Kota Jambi Didenda Puluhan Juta Gara-gara Buang Sampah Sembarangan
Baca: VIDEO: Detik-detik Bocah Tenggelam di Sungai Tembesi Ditemukan Sudah Tak Bernyawa