Pertama di Jambi, Tanjab Barat Akan Punya Wisata Hutan Mangrove

Pemerintah Tanjab Barat berencana menggelontorkan anggaran dana sebesar Rp 11,5 miliar untuk membuat wisata buatan hutan mangrove pertama di Jambi.

Pertama di Jambi, Tanjab Barat Akan Punya Wisata Hutan Mangrove
KOMPAS.COM/ROSYID AZHAR
Ilustrasi Hutan mangrove 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Darwin Sijabat 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Pertama di Provinsi Jambi, wisata alam hutan mangrove akan diberdayakan. Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat serius untuk meningkatkan sektor wisata dari sumber daya alam yang dimiliki.

Tahun 2019 ini Pemkab Tanjab Barat, melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama instansi terkait telah merencanakan pengembangan yang signifikan dengan total anggaran sekitar Rp 11,5 miliar.

Seperti diungkapkan Kepala Bappeda Kabupaten Tanjab Barat, Firdaus Khatab, bahwa salah satu potensi yang dimiliki yaitu pengembangan potensi wisata mangrove. 

Baca: Lulus Tes CPNS, Dokter Ahli di Kota Jambi Ini Justru Pilih Mundur, Ternyata Ini Alasannya

Baca: Rekrutmen P3K, BPKPSDM Tunggu Intruksi Bupati

Baca: 2 Kali ke Kerinci, Menteri Susi: Kerinci Memang Sangat Indah

Baca: Gajinya tak Dibayarkan Sekwan, Ini yang Diungkapkan Wakil Ketua DPRD Merangin

Baca: 2 Kali ke Kerinci, Menteri Susi: Kerinci Memang Sangat Indah

Saat ini hutan mangrove menjadi perhatian dan fokus pemkab untuk menonjolkan wisata daerah.

"Rencana ini sudah tertuang dalam RPJMD tahun 2019 ini. Kita fokus kembangkan hutan mangrove di Desa Pangkal Babu menjadi ikon wisata baru yang sudah diakui oleh Pemerintah pusat," ungkapnya.

Menurutnya hutan mangrove di Provinsi Jambi hanya ada di perairan Tanjab Barat dan Tanjab Timur. Sementara di Tanjab Timur belum ada pengembangan wisata hutan mangrove sehingga Tanjab Barat menjadi yang pertama.

"Anggaran yang disiapkan dari APBN melalui dana DAK untuk pariwisata sebesar Rp1 miliar, dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sebesar Rp 500 Juta, dan yang terbesar dari APBD yaitu Rp 10 Miliar," jelas Firdaus.

Dinas PUPR akan menyiapkan satu jembatan penghubung lansung ke hutan mangrove serta akses jalan serta fasilitas pendukung lainnya.

"Kita siapkan dulu jalan dan lampu penerangan atau listriknya yang penting, baru kita buat nantinya ada menara pantau, lapak UMKM, dan fasilitas lainnya seperti taman dan penginapan maupun warung makan juga," bebernya. 

Halaman
12
Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved