Kronologi Cleaning Service SMP 2 Galesong Diduga Dianiaya 4 Siswa dan Orang Tuanya

Seorang cleaning service sekaligus security di SMP 2 Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan bernama Faisal dg Pole (38) mengalami penganiayaan

Kronologi Cleaning Service SMP 2 Galesong Diduga Dianiaya 4 Siswa dan Orang Tuanya
Kolase/TribunJambi.com
Dugaan penganiayaan oleh siswa SMP 2 Galesong 

Kronologi Cleaning Service SMP 2 Galesong Diduga Dianiaya 4 Siswa dan Orang Tuanya

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang cleaning service sekaligus security di SMP 2 Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan bernama Faisal dg Pole (38) mengalami penganiayaan yang menyebabkan bagian kepalanya berdarah, Sabtu (9/2/2019).

Dari unggahan akun Instagram @Makassar_info, diketahui jika Kronologi penganiayaan berawal ketika korban sedang memungut sampah didepan kelas.

Baca: Menguak Keberadaan Dentasemen Harimau (Den Harin), Pasukan Elite Indonesia yang Misterius

Baca: Seorang Penumpang Harus Alami Patah Kaki Saat Pesawat Bermanuver Hindari Pesawat Lain di Udara

Baca: Tragis, Bos Tekstil Bandung di Malaysia, Kronologi Ditemukan Sudah Dimutilasi, Potongan Tersebar

Kemudian keempat siswa yang kebetulan berada di sekitar lokasi mengejek dan mengatai korban dengan kata-kata kasar.

Tak terima dengan perkataan para pelaku, korban kemudian menampar salah satu pelaku bernama Iqra (12).

Pelaku Iqra kemudian berlari pulang ke rumahnya dan memberitahukan perihal penamparan tersebut kepada ayahnya, Rasul Dg. Sarrang (48).

Tak berselang lama kemudian, pelaku Dg. Sarrang mendatangi korban dan langsung melakukan penganiayaan bersama anaknya (Iqra) dan 3 orang temannya menggunakan sapu ijuk bergagang besi.

Baca: Di Kawasan Hutan Ini, BKSDA Jambi Lepasliarkan Dua Elang Brontok dan Tiga Kucing Hutan

Baca: Jumlah Gaji Pegawai PLN Bila Diterima, Ini Lowongan Kerja PLN 2019, Pendaftaran 11-14 Februari

Tidak berselang lama dianiaya, darah dari kepala korban sudah terlihat bercucuran.

Kepala sekolah yang berada di lokasi kejadian langsung mengamankan korban, dan dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Atas kejadian tersebut, korban keberatan dan melaporkan kepada polsek setempat untuk diproses secara hukum.

Dia didampingi oleh kepala sekolah SMP 2 Galesong, Hamsah dg Lallo (69 tahun) sebagai saksi.

(Tribun Timur)

Editor: suci
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved