Hanya Berdekatan Telur, Pisang, Kacang Polong, Wanita Ini Hampir Mati, Ternyata Derita Alergi Akut
Seorang wanita berusia 24 tahun dikatakan sebagai orang yang beruntung karena masih hidup.Ternyata sebabnya adalah alergi parah terhadap telur, kacang
Penulis: Suci Rahayu PK | Editor: Suci Rahayu PK
Hanya Berdekatan dengan Telur, Pisang, Kacang Polong, Wanita Ini Hampir Mati, Ternyata Derita Alergi Akut
TRIBUNJAMBI.COM - Seorang wanita berusia 24 tahun dikatakan sebagai orang yang beruntung karena masih hidup.
Bukan tanpa alasan kenapa dia disebut begitu.
Ternyata sebabnya adalah alergi parah terhadap telur, kacang-kacangan, ikan dan kacang polong.
Dia adalah Emmeliegha Bodde (24).
Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis (7/2/2019) - Tarurus Curiga, Leo Hari Baik untuk Pekerjaanmu
Baca: Pemeran Video Mesum yang Diduga Siswi SMAN 1 Terungkap, Polisi Bilang Dibawah Umur
Baca: Tips Beli Smartphone Bekas, 7 Hal Ini Wajib Jadi Perhatian Kalian!
Dikatakannya dia hampir mati beberapa kali karena alerginya.
Masuk rumah sakit setidaknya lima kali.
Dia juga tidak bisa bekerja bekerja diluar rumah.
Hanya berada di dekat telur saja bisa membuat dia memiliki gejala seperti hayfever, seperti mata berair.
Kondisinya ini membuat dia sangat membatasi makanannya.

Bodde takut keluar dari rumah ibunya, Tammy Ashforth (48), dimana dia bekerja sebagai pengasuh anak.
Bodde mengalami alergi sejak usia enam bulan, saat sekolah dia juga terpaksa berjauhan dengan teman-temannya akrena alergi akutnya itu.
Baca: Kisah Nastasia Urbano, Mantan Model yang Jadi Gelandangan, Dulu Berpenghasilan Sejuta Dollar
Baca: Video Viral Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa Acungkan Pistol & Menembak di Depan Satpol PP
Tiga tahun lalu, perawat memberitahunya jika dia beruntung masih hidup, usai makan es krim di pusat Kota Derby, yang menurut penjualnya tidak mengandung telur.
Dia berkata, “Saya jadi aneh dan langsung tahu ada telur di dalamnya.
“Untungnya saya bisa menelepon pasangan saya yang memanggil ambulan untuk saya. Saya tidak dapat berbicara untuk memberi tahu paramedis tentang apa yang sedang terjadi dan mereka mengatakan kepada saya setelah itu bahwa saya beruntung masih hidup.