Andi Arief Koreksi Prabowo Saat Sebut Pemerintahan Melakukan Kekeliruan Sejak Orba.

Apa boleh buat pernyataan Prabowo Subianto ini ternyata cukup menyinggungnya karena Susilo Bambang Yudhoyono merupakan Presiden

Penulis: andika arnoldy | Editor: andika arnoldy
Kolase
Andi Arief 

TRIBUNJAMBI.COM- Pidato calon Presiden nomor urut dua Prabowo Subianto tentang arah pembangunan Indonesia selama ini keliru mendapat respon dari Andi Arief.

Politisi Partai Demokrat ini malah mengoreksi atas pendapat calon presiden yang didukung partainya itu.

Apa boleh buat pernyataan Prabowo Subianto ini ternyata cukup menyinggungnya karena Susilo Bambang Yudhoyono merupakan Presiden dua periode dari 2004-2014.

Andi Arief dalam tweetnya mengatakan ekonomi Indonesia 2004 sd 2014 ekonomi tumbuh dan demokrasi berjalan dengan baik.

Baca: Jusuf Kalla Sebut Jokowi dan Soeharto dan Bandingkan Dua Era Pemerintahan, Ini Bedanya

Baca: Pencari Kerja di Merangin Terus Meningkat, Ada yang Magang ke Jepang

Baca: Hotman Paris Disindir Zaskia Gotik Tentang Menikah: Abang Takutnya Enggak Kuat Kalau Sama Eneng

Melalui tweetnya, Andi Arief mengatakan "Indonesia 2004 sd 2014 ekonomi tumbuh dan demokrasi berjalan dengan baik. Semua on the track jaman SBY, saya mengoreksi pendapat Pak Prabowo yang bilang Indonesia salah jalan, yang salah jalan itu Orba dan Indonesia 2014 - hingga saat ini"

Selain itu Andi Arief juga mengatakan koreksinya pertumbuhan ekonomi kurang baik malah terjadi pada Orba dibayang-bayang Pak Harto.

Tahun 2004-2014 seingat saya Pak Prabowo bisa menikmati pertumbuhan ekonomi dan menjalani masa-masa rehabilitasi melalui demokrasi yang tepat sehingga bapak bisa mendirikan partai dan bisa ikut Pilpres 3 kali. Demikian koreksi saya, mungkin jaman Orba bapak dibayang2 Pak Harto.

Meski demikian, Andi Arief mengatakan partai Demokrat tetap mendukung Prabowo Subianto dalam pilpres 2019 ini.

Partai Demokrat akan terus mendukung Bapak Prabowo, tetapi terhadap pendapat bapak yang salah kami punya prinsip dan pendirian. Kami ingin bapak menang tetapi masa rehabilitasi 2004 - 2014 jangan dilupakan, disitulah bapak menjadi sipil yang fleksibel.

Tanggapan Andi Arief ini menanggapi pidato Prabowo Subianto menuturkan bahwa arah pembangunan Indonesia saat ini menuju ke arah yang keliru. Kekeliruan tersebut terjadi sejak puluhan tahun lalu bahkan saat Orde Baru berkuasa.

Hal itu ia ungkapkan saat menghadiri perayaan ulang tahun ke 20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Sports Mall, Kelapa Gading, Jakarta
Utara, Rabu (6/2/2019) seperti yang dikutip Kompas.com

"Dari awal, dari sekian belas tahun, sekian puluh tahun, dari saya masih di dalam Orde Baru saya sudah melihat arah perkembangan, arah pembangunan Indonesia, sebenarnya arahnya menuju arah yang keliru," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, para elite saat ini telah gagal dalam mengelola negara. Ia pun menyebut para elite itu tidak berguna.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menuturkan, semua indikator pembangunan menunjukkan Indonesia tengah menuju kegagalan.

Baca: Hotman Paris Disindir Zaskia Gotik Tentang Menikah: Abang Takutnya Enggak Kuat Kalau Sama Eneng

Baca: BPOM Jambi Musnahkan Ribuan Produk Makan, Obat-obatan Serta Kosmetik Ilegal Senilai Rp1,1 Milyar

Baca: Hadir di PN Surabaya, Lihat Kaos Ahmad Dani Bertuliskan Tahanan Politik

Ia berpendapat persoalan utama Indonesia saat ini adalah kekayaan alam yang justru tidak dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, menyampaikan visi misi di debat pertama Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, menyampaikan visi misi di debat pertama Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved