Ilegal Driling di Tahura, Dishut Provinsi Jambi Bilang, 'Itu Wewenang Pemkab Batanghari'

Ia beralasan karena pengeboran itu terjadi masih di kawasan Batanghari, dan di sana masih di bawah wewenag LH Kabupaten Batanghari.

Ilegal Driling di Tahura, Dishut Provinsi Jambi Bilang, 'Itu Wewenang Pemkab Batanghari'
Tribunjambi/Abdul Usman
Lokasi ilegal drilling di Desa Pompa Air, Batanghari. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Fadly

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ilegal Drilling yang berada di Provinsi Jambi, masih banyak terjadi. Bahkan, kembali ditemukan pengeboran minyak ilegal di kawasan hutan lindung.

Seperti yang terjadi di kawasan hutan Tahura, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batanghari, memprediksi bahwa di kawasan hutan tersebut terdapat sekitar ratusan titik sumur bor.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Akhmad Bastari mengatakan, persoalan pengeboran ilegal yang terjadi di kawasan hutan Tahura adalah tanggung Jawab LH Pemkab Batanghari.

Baca: Limbah Ilegal Drilling Cemari Banyak Sungai, DLH Batanghari Angkat Tangan

Baca: Fasilitas Ilegal Drilling di Batanghari dari Warung Nasi Siap Antar Hingga Jasa Pembuat Ring Pompa

Baca: Derita Istri Pencipta Lagu Hymne Guru, Rumah Segera Dijual, Damijati Terancam Jadi Gelandangan

Baca: Conor McGregor Dapat Hukuman Jauh Lebir Ringan dan Khabib, Ratusan Juta Banding Miliaran Rupiah

"Kita tidak punya wewenang ke sana, pengawasan pun harus dari pihak Pemkab Batanghari," jelasnya, Kamis (31/1/2019).

Ia beralasan karena pengeboran itu terjadi masih di kawasan Batanghari, dan di sana masih di bawah wewenag LH Kabupaten Batanghari.

"Karena di sana lingkup kabupaten, wewenangnya Pemkab Batanghari, dari pengawasan, penindakan dan sebagainya itu wewenang Pemkab Batanghari," tutupnya.(*)

Baca: Pesan Terakhir Saphira Indah Sebelum Meninggal Dunia Saat Hamil, Ingin Cerita ke Chaca Frederica

Baca: Pernah di Pasukan Siluman Sat 81, Inilah Wawancara Ekslusif Danjen Kopassus I Nyoman Cantiasa

Baca: Kondisi Terbaru Ahmad Dhani di Sel Tahanan, Ruangan Sel 10x20 Meter Bersama dengan 300 Tahanan

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved