Viral Medsos
Presiden Jokowi Lulusan SMPP Kok Bisa Masuk UGM? Viral Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan
Tahun kelulusan SMA Jokowi ramai diperdebatkan di media sosial. Lulus SMPP kok bisa ke UGM?
Tahun kelulusan SMA Jokowi ramai diperdebatkan di media sosial. Lulus SMPP kok bisa ke UGM?
TRIBUNJAMBI.COM - Persoalan sekolah dan tahun kelulusan Presiden Joko Widodo mencuat di media sosial.
Jokowi disebut lulusan SMPP, tapi mengapa bisa masuk UGM?
Tahun kelulusan SMA Jokowi ramai diperdebatkan di media sosial.
Perdebatan itu berawal dari kicauan pemilik akun Twitter @IreneViena.
Pemilik akun bahkan mengaku rela mati bila benar Jokowi merupakan lulusan SMA Negeri 6 Surakarta antara 1977 sampai 1982.
Menurut dia, SMAN 6 Surakarta baru berdiri pada 1986.
Awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak SMAN 6 Surakarta, Rabu (16/1/2019).
Baca Juga:
Ramalan Zodiak 17 Januari 2019, Banyak yang Alami Keseruan, Gemini akan Ada Kejutan
Tersebar ke Netizen, Foto dan Video Vanessa Angel Disimpan Endang untuk Ditawarkan ke Pelanggan
Prabowo Sebut Ketika Terjadi Perang Indonesia hanya Bisa Bertahan 3 Hari, Moeldoko: Ngarang
Setelah Sekian Lama, Terungkap Alasan Ranty Maria Putus dengan Ammar Zoni, Lalu Irish Bella Masuk
8 Desa di Muarojambi akan Dilewati Jalan Tol 168 Km, Ini Perkiraan Jalurnya
Kepala SMAN 6 Surakarta, Agung Wijayanto, menjelaskan, sekolah itu dahulunya bernama Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan ( SMPP).
Sekolah itu didirikan pada 26 November 1975 pada era Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Syarief Thayeb.
Pendirian SMPP sesuai dengan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 025b/0/1975 tentang Pembukaan Beberapa Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan di Provinsi Tingkat I Jawa Tengah.
Selain di Solo, lanjut Agung, dalam SK Menteri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pembukaan SMPP juga dilakukan di Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Purwodadi.

"Kemudian sekolah (SMPP) menerima murid angkatan pertama baru tahun 1976. Angkatan pertama itu, termasuk di dalamnya Pak Jokowi," kata Agung.
Seiring perkembangan waktu, pada tahun 1985, SMPP berubah nama menjadi Sekolah Menengah Utama Tingkat Atas dan kemudian berubah menjadi SMAN 6 Surakarta sampai sekarang.
Perubahan nama sesuai dengan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0353/0/1985.